Mohon tunggu...
Hasan Izzurrahman
Hasan Izzurrahman Mohon Tunggu... Penulis - Diam Bersuara

Peneliti multidisiplin. Mengkhususkan diri dalam ilmu politik, hubungan internasional, kebijakan luar negeri, dan hak asasi manusia. Kontak saya di hasanizzul@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Bayang-Bayang Iran dalam Pusaran Rekonsiliasi Turki-Arab Saudi

3 Juli 2022   16:46 Diperbarui: 5 Juli 2022   06:05 597
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kerja Sama Turki-Israel Munculkan Rasa Takut

Iran khawatir bahwa rekonsiliasi Turki-Arab Saudi memiliki potensi untuk menarik lebih banyak negara Timur Tengah lainnya ke dalam agenda regional terpadu.

Beberapa dari mereka bahkan berpikir bahwa Ankara memiliki kemampuan untuk memasukkan Israel dalam upaya semacam itu, yang akan menjadikan Iran sebagai target utama.

Milisi YPG dan Houthi Yaman

Lebih jauh lagi, mengeringkan sumber keuangan milisi Kurdi, YPG dan PKK, di Irak dan Suriah akan semakin memberdayakan Ankara di Suriah dan menghilangkan kekuatan proksi Iran.

Hubungan antara Riyadh dan Teheran telah mengalami kemerosotan, terutama setelah pemutusan hubungan diplomatik pada 2016. Kedua belah pihak telah mengambil posisi yang berlawanan di hampir semua perselisihan regional.

Sejak pecahnya perang saudara yang menghancurkan di negara itu, Arab Saudi dengan tegas menentang kehadiran dan perluasan kendali Houthi di Yaman, meluncurkan intervensi militer pada Maret 2015.

Iran, di sisi lain, telah mendukung pemberontak di Yaman melalui berbagai cara. Yaman terus menjadi isu utama dalam agenda pembicaraan yang sedang berlangsung antara Riyadh dan Teheran.

Krisis Teluk

Demikian pula, Turki selalu mengutuk serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Setelah koalisi Arab yang dipimpin Saudi meluncurkan Operation Decisive Storm di Yaman pada Maret 2015, Ankara memberi Riyadh dukungan intelijen dan pertahanan yang penting.

Perbedaan antara Arab Saudi dan Turki di tengah krisis Teluk 2017 melemahkan minat Ankara dalam masalah Yaman. Namun Turki melanjutkan peran kemanusiaannya di sana dan tetap mengutuk serangan Houthi terhadap Riyadh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun