Mohon tunggu...
M Saekan Muchith
M Saekan Muchith Mohon Tunggu... Dosen IAIN Kudus dan Peneliti Pada Yayasan Tasamuh Indonesia Mengabdi

Pemerhati Masalah Pendidikan, Sosial Agama dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Islam Masuk Indonesia Abad ke 7, Mungkinkah?

19 Mei 2018   09:25 Diperbarui: 19 Mei 2018   09:24 6399 0 0 Mohon Tunggu...
Islam Masuk Indonesia Abad ke 7, Mungkinkah?
www.gulalives.co

Perbincangan tentang Islam masuk ke Indonesia sampai sekarang masih dalam perdebatan (ikhtilafiyah). Berbagai referensi menyatakan Islam masuk ke Indonesia ada tiga macam teori yaitu Teori Arab, menyatakan Islam masuk ke Indoensia pada Abad ke 7 ( tahun 601 s/d 700 M),  kedua, teori Gujarat, Islam masuk ke Indonesia abad ke 11 ( tahun 1001 s/d 1200, Ketiga teori Persia, menyatakan Islam amsuk ke Indoensia pada abad ke 13 ( tahun 1301 s/d 1400 M). Dasar yang menguatkan Islam masuk ke Indoensia pada abad ke 7 didasarkan  beberapa alasan diantaranya.

Pertama, dalam buku karya Sardiman berjudul " Sejarah 2 SMA Kelas XI " tahun 2007 halaman 68-69 dijelaskan bahwa tokoh bernama Wan Hussein Azmi mengatakan bahwa pada tahun 630 sudah banyak saudagar saudagar Arab Selatan yang pulang bolak balik ke daerah melayu. 

Para saudagar tersebut sudah memeluk agama Islam. Selain itu juga ada bukti sejarah bahwa kerajaan Taa Chi di Tiongkok telah mengikat hubungan diplomatik dengan kepulauan melayu pada tahun 630-655 M. Adapun Taa Chi adalah nama julukan kepada orang orang Islam di gugusan kepulauan Melayu.

Kedua, dalam buku karya Ustadz Rizem Aizid berjudul " Sejarah Islam Nusantara" tahun 2016 halaman 20-30 dijelaskan bahwa pada tahun 674 M telah dijumpai orang Islam di Jawa. Berdasarkan catatan Tiongkok, Raja Taa Chi/Ta Cheh telah mengirim utusan ke Cho-po (Jawa), kerajaan Holing (Kalingga/Keling Jepara) untuk menyebarkan pundi pundi emas. Ta Chi adalah sebutan orang orang Islam dari etnis Tionghoa. Pada tahun 606-699 M, kaum muslimin sudah ada di kawasan India Nusantara dan Malaya.

Berdasarkan fakta sejarah tersebut, maka beberapa tokoh seperti HAMKA, H. Agus Salim mendukung pendapat kalau Islam masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke 7 antara tahun 601 s/d 700 M. Mungkinkah antara tahun 601 s/d 700 M, Islam sudah bisa masuk ke wilayah Indonesia? Mari kita cermati berdasarkan fakta fakta dan analisa sejarah Islam.

Pertama, Berdasarkan buku Kitab Sejarah Peradaban Islam karya Abdul Syukur al Azizi tahun 2014 halaman 25-30 dijelaskan bahwa Islam turun ke dunia yang ditandai dengan turunya wahyu pertawa kali yaitu QS. Al Alaq 1-5 di Gua Hira melalui malaikat Jibril pada tanggal 17 Rmadhan tahun 611 M. (Rasulullah pada usia 40 tahun). Artinya Islam mulai disebarkan atau di dakwahkan oleh Rasulullah mulai tahun 611 M yang diawali dari dakwah sembunyi sembunyi. Selama dakwah sembunyi sembunyi tidak banyak yang masuk Islam. Sekitar 02 s/d 04 tahun Rasulullah di kota Makkah berdakwah menyebarkan Islam ada 12 orang yang bersedia masuk Islam yang kemudian di sebut assabiquna al awwalun ( orang orang pertama masuk Islam) yaitu

  1. Siti Khadijah (isteri Rasulullah)
  2. Ali bin Abi Thalib pada saat masuk Islam usia 10 tahun
  3. Zaid bin Harist seorang pembantu Rumah tangga Rasulullah yang akhirnya diangkat menjadi anak angkat Rasulullah SAW
  4. Abu Bakar Ash Shiddiq ( sahabat karib dan yang akhirnya menjadi mertua Rasulullah SAW)
  5. Ustman bin Affan
  6. Zubair bin Awam
  7. Saad bin Abi waqas
  8. Abdurrahman bin Auf
  9. Thalhah bin Ubaidillah
  10. Abu Ubaidillah bin Jahran
  11. Arqam bin Arqam
  12. Fathimah binti Khattab (adik kandung Umar bin Khattab).

Pada tahun kelima dari Rasulullah menerima wahyu pertama kali di Gua Hira tepatnya tahun 616 M Umar bin Khattab baru menyatakan masuk Islam yang akhirnya menjadi khalifah ke dua setelah Abu Bakar ash Shidiq.

Selama di kota Makkah kurang lebih 5 tahun dari Ke Rasulan Muhamad, umat Islam yang masih sangat minoritas mendapat tekanan, siksaan dari kaum kafir quraisy, sehingga melahirkan tekad untuk berpindah (hijrah) yang pertama kali ke Habsyi yang diperkirakan pada tahun 616 M. 

Pada tahun 616 M tepatnya pada saat hijrah ke Habsyi jumlah umat Islam diperkirakan baru sekitar 15 orang yang terdiri dari 11 orang laki laki dan 4 orang perempuan. Sedikitnya jumlah yang ikiut hijrah ke Habsyi menandakan jumlah umat Islam masih sangat minoritas walaupun Rasulullah berdakwah sudah selama 5 tahun. 

Tiga tahun kemudian ada gelombang ke dua untuk hijrah ke habsyi yang diikuti pasukan yang relaif banyak, diperkirakan diikuti sekitar 100 orang. Dapat dikatakan selama 8 tahun mendakwahkan Islam baru ada sekitar 115 orang yang masuk Islam. ( Ensiklopedi Mini : Sejarah & Kebudayaan Islam tahun 1996 halaman 53-54).

Kedua, Berdasarkan buku Kitab Sejarah Peradaban Islam karya Abdul Syukur al Azizi tahun 2014 halaman 32-40 dijelaskan bahwa pada tahun 622 M, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, dan memulai dakwah secara terang terangan kepada kaum kafir quraisy dan memulai menata sistem kehidupan masyarakat Islam di Kota Madinah. 

Dakwah Islam yang dilakukan Rasulullah melalui pembangunan masjid Quba pada tahun 622 M, diteruskan pembangunan masjid Nabawi pada tahun 622 M yang terus mengalami perubahan atau renovasi ke 15 kali pada tahun 1984 yang dilakukan oleh Raja Fath (Raja Arab Saudi pada saat itu).

Selama rasulullah di Madinah berkecamuk perang antara umat Islam dengan kaum kafir quraisy yaitu perang badar terjadi pada 17 maret 624 M, Perang uhud terjadi pada tanggal 31 maret 625 M, perang khandaq terjadi pada tahun 627 M, perang Mu'tah terjadi pada tahun 629 M, perang tabuk terjadi pada tahun 631 M. Pada tahun 632 M tepatnya 6 juni ada yang mengatakan 8 juni 632 M, Rasulullah wafat.

Setelah Rasulullah wafat, kepemimpinan untuk menruskan dakwah Islam dilakukan oleh empat shabat yaitu :

  1. Abu Bakar ash Shiddiq menjadi khalifah 632-634 M (selama dua tahun)
  2. Umar bin Khattab menjadi khalifah 634-644 M (selama 10 tahun).
  3. Utsman bin Affan menjadi khalifah 644-656 M ( selama 12 tahun)
  4. Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah 656 -- 661 M ( selama 5 tahun).

Setelah kepemimpinan empat khalifah selama 29 tahun, kepemimpinan dan dakwah Islam di lanjutkan oleh Bani Umaiyah yang berkuasa mulai 661 -- 750 M (selama 89 tahun).

Selama abad ke 7  antara tahun 611-661 M (selama kepemimpinan Rasulullah dan empat khalifah), Islam masih berkisar ada di wilayah Arab Saudi dan negara sekitar seperti Mesir, Irak, Suriah dan Palestina.

Jika pada tahun 630 -65 M dijadikan bukti Islam masuk ke Indonesia dengan alasan telah ada hubungan diplomatik antara kerajaan Ta Chi dengan kepulauan Melayu, nampaknya sulit diterima secara akal rasional, karena pada tahun itu masih pada masa kekhalifahan sahabat dimana konsentrasi penyebaran Islam masih terbatas di wilayah Timur Tengah (negara negara Arab).

Jika pada tahun 674 M di jadikan dasar Islam masuk ke Indonesia dengan alasan pada tahun tersebut telah banyak dijumpai orang Islam di Jawa dan dikuatkan dengan bukti sejarah bahwa Raja Taa Chi/Ta Cheh telah mengirim utusan ke Cho-po (Jawa), Kerajaan Holing (Kalingga/Keling Jepara) untuk menyebarkan pundi pundi emas. 

Ta Chi adalah sebutan orang orang Islam dari etnis Tionghoa, maka bukti sejarah itu juga sulit diterima secara rasional. Mengapa demikian, pada tahun itu baru mulai kepemimpinan bani Umaiyah dimana pada awal awal kepemimpinan Bani Umaiyah sering terjadi konflik atau perpecahan bahkan peperangan baik dengan sesama muslim maupun dengan orang orang kafir. Sulit diterima akal jika pada tahun 674 itu sudah ada orang Islam yang sampai ke Jawa.

Kesimpulannya, Islam masuk ke Indonesia tidak abad ke 7, karena pada abd ke 7, Islam baru turun kepada Rasulullah di kota Makkah. Selama abad ke 7 perkembangan atau penyebaran Islam masih berkisar di wilayah Timur Tengah. Islam masuk ke Indonesia yang rasional adalah abad ke 11 yang ditandai dengan ditemukannya batu nisan atas nama Fatimah binti Maemun di Leren Gresik Jawa Timur pada tahun 1028 M.

Dr. M. Saekan Muchith, S.Ag, M.Pd Dosen IAIN Kudus, Peneliti pada Tasamuh Indonesia Mengabdi (Time) Jawa Tengah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN