Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Pak Anies, Jangan Tinggalkan Kami

5 Oktober 2022   10:58 Diperbarui: 5 Oktober 2022   12:24 389
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gubernur Jakarta Anies Baswedan di tengah banjir pada Januari 2020 (Foto: Antaranews.com)

Baru kali ini saya merasa sedih karena akan ditnggal pergi seorang Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Sebelum-sebelumnya biasa saja. Bahkan tak merasakan apa-apa. Setidaknya sampai awal 1990-an, ketika saya belum menjadi warga DKI Jakarta.

Hari ini lain. Saya kini seorang dari 10.6 juta pensuduk Jakarta. Dan gubernur kami, PAk Anies akan pergi meninggalkan Balai Kota tabggal 16 Oktober 2022. Masa jabatannya habis pada tanggal itu. 

Saya memang bukan bagian dari 58 persen pemilih Jakarta yang memilih Pak Anies sebagai gubernur Jakarta periode 2017-2022. Saya bagian dari 42 persen yang tak memilihnya. Tapi saya konsekuen menerimanya sebagai gubernur. Sebab begitulah mestinya sikap warga negara yang paham demokrasi. 

Lawan-lawan politiknya boleh saja menggelarinya "bapak politik identitas", "gubernur tata kata", atau apa saja sebutan pejoratif. Wakau terasa aneh, tapi itu terbilang hak demokrasi juga. Tapi saya hanya ingin mengingat satu hal darinya. Itulah janji "maju kotanya bahagia kotanya".

Tapi, mohon bisa interpsi sebentar, sebelum nanti saya jelaskan mengapa bersedih ditinggal Pak Anies.

***

Jakarta pada hari Selasa, 4 Oktober 2022 menurut penanggalan Masehi.

Pukul 13.00-16.00 WIB saya dan sejumlah rekan yang selalu risau tentang ketahanan pangan nasional sedang berdiskusi di sebuah ruangan di sekitar Tanjungbarat, Jakarta Selatan.

Kami risau karena Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Indonesia tahun 2022 ini hanya 60.2. Itu menempatkan Indobesia pada urutan 63 dari 113 negara yang diukur. Kalah dari Vietnam (urutan 46) , Malaysia (urutan 41) dan Singapura (urutan 28). (lihat: GFI dalam economist.com)

Untuk diketahui, Indonesia punya sawah, ladang, dan laut mahaluas. Sedangkan Singapura tak punya sawah dan ladang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun