Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Kompasianival 2021, Tonggak Terakhir Untukku

25 November 2021   12:13 Diperbarui: 25 November 2021   12:23 375 49 35
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi dari kompasiana.com

Kemarin sore (24/11/2021) saya mendapat email reminder dari Admin K(ompasiana), undangan hadir dalam Kompasianival 2021 secara virtual.  Kamu, kamu, dan kamu juga pasti diundang.  Silahkan cek akun email masing-masing.

Hari ini pagi (25/11/2021) saya mendapat email reminder lagi dari Admin K, memberitahu rapelan K-Rewards September-Oktober 2021 telah ditransfer ke akun Gopay. Jumlahnya Rp 1,075,440, eh, salah, Rp 107,544. Terimakasih, Min K.

Apa hubungan Kompasianival 2021 dan K-Rewards? Tidak ada kecuali, bagi saya, itu akan menjadi Kompasianival dan K-Rewards terakhir.  

Alasannya sederhana saja. Setelah itu, bahkan sebenarnya sejak hari ini, sistem Kompasiana telah menempatkan saya sebagai "orang luar".  Sehingga, sebagai implikasinya, selamanya saya akan kehilangan peluang untuk  hadir di Kompasianival dan untuk memperolah K-Rewards.

Sistem yang saya maksud adalah sistem kapitalisme yang kini menjadi kerangka kerja Kompasiana.  Seperti sudah beberapa kali saya sampaikan, Kompasiana kini telah menjadi entitas bisnis konten kapitalistik. Istilah kompasianer Mas S. Aji lebih menohok, "peternakan konten". (Dia pembaca fanatik Animal Farm karangan George Orwell.)

Kompasiana kini bukan lagi sebuah struktur egaliter, tempat Admin K dan Kompasianer duduk sebagai sesama subyek yang setara. Kompasiana pernah seperti itu, sekurangnya selama tiga-perempat usianya.  

Dalam seperempat usianya, atau tiga tahun terakhir, struktur Kompasiana terindikasi sudah hirarkis. Admin K sudah ber ubah menjadi subyek "majikan", sedangkan Kompasianer menjadi obyek "buruh".

Kompasiana kini sudah menjadi sebuah industri konten daring.  Fungsi Admin K sebagai "majikan" adalah memobilisasi Kompasianer sebagai "buruh" (informal) untuk produksi konten sesuai dengan kepentingan dan, karena itu, kemauan Admin K.  

Untuk memacu produktivitas Kompasianer, Admin kemudian memberi insentif "tepuk bahu" -- ini istilah kompasianer Uda Ayah Tuah -- berupa aneka imbalan. Mulai dari apresiasi artikel sebagai artikel pilihan, artikel utama, dan featured article. Sampai imbalan K-Rewards, ragam event kompetisi, topil dengan insentif khusus K-Rewards, hingga Kompasiana Award.

Dalam sebuah sistem kapitalisme berlaku hukum "mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya yang sekecil-kecilnya". Itu hukum pertama yang diajarkan pada pelajaran Ilmu Ekonomi di bangku SMA dan bangku kuliah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan