Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

"Memistak" dan "Dipistak" Kompasianer Zaldy Chan

20 Oktober 2021   07:08 Diperbarui: 20 Oktober 2021   08:16 241 31 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Iustrasi dari atmosferku.com

"Lelaki bercambang pintar menggoda."- Felix Tani

Benarkah? Lha, kalau tak pintar merayu, lantas buat apa memiara cambang? Biar tampak garang? Memangnya preman penagih utang?

Tak usah percaya pada kutipan di atas. Itu muncul karena saya tetiba teringat Kompasianer Zaldy Chan van Curup. Dia lelaki bercambang.

Dulu semasa kuliah, saya bayangkan Uda Zaldy itu lelaki tengil. Indikasinya sederhana. Dia suka "Kompil", sebutan umat untuk rokok "Komodor Pilter" (Commodore Filter). Lelaki tengil, rokoknya Kompil (dan hobi ngupil).

Sebagai lelaki tengil berkompil, saya bayangkan Uda Zaldy waktu kuliah dulu suka menggodai mahasiswi juniornya. Caranya, mulai dengan kode bunyi, lalu kata-kata.

Saya tak tertarik mengulas kata-kata terujar dari Uda Zaldy. Pasti puitis dan meluluhkan hati. Jadi, jangan kau peduli. Kecuali kau naksir padanya.

Kode bunyi. Itu yang hendak saya ulik. Tahu kode bunyi, kan? Semacam bunyi siulan, suitan, tepukan, dan desisan. Nah, ada satu kode bunyi yang populer di kalangan muda Sumatera tengah sampai utara semasa Uda Zaldy kuliah. Itu paduan bunyi "pist" (desis, mendesis) dan "tak".

Bunyi "pist", kau pasti tahu cara produksinya. Pasti pernah pula menggunakannya. Saat hendak menyatakan sesuatu secara sembunyi.

Bunyi "tak" dari mulut, mungkin tak semua orang pintar memproduksinya. Caranya, lekatkan ujung lidahmu di langit-langit mulut. Tekan keras dan lepas cepat. Akan terdengar bunyi "tak" keras. (Gagal? Coba lagi.).

Pertanyaan: paduan kode bunyi "pist" dan "tak" itu disebut apa dalam Bahasa Indonesia? Saya tak berhasil menemukannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan