Olahraga

Berbekal Medali Perunggu, Dwinadi "Dikdik" Menjadi Pelatih Anggar Professional

14 April 2019   23:13 Diperbarui: 14 April 2019   23:33 18 1 0
Berbekal Medali Perunggu, Dwinadi "Dikdik" Menjadi Pelatih Anggar Professional
dokpri

Dwinadi Santosa Suhendi biasa di panggil "dikdik", dia adalah seorang peraih medali purunggu di cabang olahraga anggar perorangan beregu di test event asean games 2018 di Jakarta. Berkat pengalaman dan prestasinya di cabang olahraga anggar kini ia telah menjadi seorang pelatih anggar yang lebih professional.

Awal mula ia mengenal anggar dikarenakan kedua pamannya adalah seorang atlet dan pelatih anggar, dengan ajakan pamannya untuk mengikuti anggar akhirnya ia ikut dan terus menekuni olahraga ini hingga menjadi atlet dan pelatih professional " awalnya saya mencoba saja, begitu lulus sd saya mulai berlatih bersama kedua paman saya yang merupakan atlet dan pelatih anggar yang hebat. Awal saya berlatih yaitu sekitar tahun 1998 selama berlatih satu tahun saya mendapatkan medali perak dikejuaraan tingkat provinsi dengan pencapaian itu saya memutuskan untuk terus menekuni olahraga ini ".

Berkat kerja keras dan latihan, ia bisa menjadi seorang atlet professional dan sekarang menjadi seorang pelatih anggar professional. Dengan kesungguhannya menekuni cabang olahraga  anggar sekarang dia bisa menjadi pelatih anggar yang menghasilkan talenta-talenta muda berbakat di cabang olahraga anggar. 

Seperti kita ketahui bahwa cabang olahraga anggar di Indonesia memang kurang diminati, karena eksistensinya yang dipandang kurang menarik oleh masyarakat maka ia memanfaatkan hal ini sebagai kesempatan untuk menunjukan potensinya di bidang anggar agar bisa mendompleng cabang olahraga ini menjadi lebih populer dan diminati. " Di cabang olahraga anggar ini menjanjikan saya untuk bisa berprestasi dan tidak terlalu sulit dibandingkan dengan olahraga lainnya dikarenakan tidak banyak orang yang tau dan mengerti tentang olahraga ini " jelasnya.

Sekarang ia menjadi pelatih anggar di MFI ARENA FENCING TEAM di bandung.

Berkat segala pencapaiannya ia memotivasi kepada calon-calon atlet. " Jangan pernah bosan berlatih dan habiskan semuanya ditempat ltihan karena di pertandingan atlet adalah raja, jadi sebisa mungkin maksimalkan latihan dan jangan pernah berputus asa, karena banyak sekali orang yang berputus asa ketika titik kesuksesannya sudah mendekati tetapi orng lebih memilih mundur dan berpindah, maka terus berlatih dan yakin karena segala sesuatu yang kita lakukan pasti akan ada hasilnya " ungkapnya.

Oleh : Muhammad Raihan Rizqillah 

Ilmu komunikasi 2018

Universitas Informatika dan Bisnis Indonesiang membanggakan tentunya untuk Indonesia memiliki atlet yang berhasil meraih medali perunggu di ajang terbesar se asia.