Mohon tunggu...
MOHAZ
MOHAZ Mohon Tunggu... MOHAZ (MOchammad Hamid AsZhar)

MOHAZ adalah Pembangun Peradaban. Pemimpin bisnis yang berjuang jadi penggerak kemajuan UKM di Indonesa dari sisi Permodalan dan Manajemen. "Property and Community Developer". Aktivis pembaharuan dan influencer "Green, Healthy, Abundance and Smart Civilization".

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Membangun Harapan, Membangun Peradaban

12 Desember 2020   20:45 Diperbarui: 12 Desember 2020   20:54 78 4 0 Mohon Tunggu...

Alkisah, ada kelompok masyarakat miskin yang diberikan kambing dan dikatakan "ini sumbangan dari kami". Dan selanjutnya ada kelompok masyarakat miskin lain, yang juga diberikan kambing namun dikatakan sedikit berbeda "kambing ini adalah harapanmu untuk keluar dari kemiskinan, gunakanlah sebaik-baiknya".

Apa yang terjadi kemudian? 

Kelompok masyarakat miskin pertama yang diberikan kambing dan dikatakan "ini sumbangan dari kami" menggunakan primitive instinct-nya yang berada dalam survival mode dan tidak melihat harapan di masa depan untuk menghabiskan kambing tersebut dengan cepat sebagai makanan. Sedangkan kelompok masyarakat miskin kedua, yang juga diberikan kambing namun dikatakan sedikit berbeda "kambing ini adalah harapanmu untuk keluar dari kemiskinan, gunakanlah sebaik-baiknya" bisa mengendalikan primitive instinct-nya dan memiliki harapan di masa depan serta mau belajar bagaimana mengembangbiakkan kambing tersebut.

Setahun setelah program berakhir dan 3 tahun setelah transfer aset kambing. Kelompok masyarakat miskin pertama yang diberikan kambing dan dikatakan "ini sumbangan dari kami" tidak berubah kehidupan ekonominya. Sedangkan kelompok masyarakat miskin kedua, yang juga diberikan kambing namun dikatakan sedikit berbeda "kambing ini adalah harapanmu untuk keluar dari kemiskinan, gunakanlah sebaik-baiknya" mengalami peningkatan kehidupan ekonominya 133-433%. Aset tersebut tidak hanya kambing (penyebutan kambing hanya untuk memudahkan kisah), namun aset yang apa saja yang bisa digunakan untuk mencari nafkah, seperti ternak atau barang untuk memulai toko informal. 

Kisah ini adalah kisah penelitian yang dilakukan Bangladesh Rehabilitation Assistance Committee (BRAC) di Ethiopia, Ghana, Honduras, India, Pakistan dan Peru yang melibatkan 21.000 orang bekerjasama dengan Konsorsium Internasional seperti Consultative Group to Assist the Poor USA dan Ford Foundation. Nicholas Kristof dalam artikelnya di New York Times pada 21 Mei 2015, menyampaikan kisah penelitian ini sebagai The Power of Hope Is Real. 

Shane J. Lopez dalam bukunya Making Hope Happen: Create the Future You Want for Yourself and Others menjelaskan bahwa harapan adalah keyakinan akan masa depan yang lebih baik dari saat ini, dimana di saat bersamaan seseorang juga merasa berdaya untuk mewujudkannya dengan mengantisipasi segala kemungkinan. Harapan adalah pondasi kemajuan. Membangun harapan adalah langkah pertama membangun peradaban

Referensi :
Banerjee, Abhijit, Esther Duflo, Nathanael Goldberg, Dean Karlan, Robert Osei, William Parienté, Jeremy Shapiro, Bram Thuysbaert, and Christopher Udry. 2015. A Multi-faceted Program Causes Lasting Progress for the Very Poor: Evidence from Six Countries. Science. 

Nicholas Kristof, The Power of Hope Is Real, New York Times, 21 Mei 2015

Shane J. Lopez, Making Hope Happen: Create the Future You Want for Yourself and Others, Atria Books; Reprint edition (March 5, 2013)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x