Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Guru

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Membaca Islam Jangan Memakai Kacamata FPI

11 Mei 2019   16:28 Diperbarui: 11 Mei 2019   16:33 278 4 0

Islam hadir di negeri ini tidak dengan perang.  Berbeda dengan Islam di negara negara Timur Tengah. 

Gen damai dalam Islam Indonesia yang selama ini mendapat pujian dari negara lain.   Islam wasathiyah menjadi ciri paling khas di negeri ini. 

Pola penyebaran Islam model Wali Sanga tidak mengubah budaya yang sudah ada. Nilai nilai Islam masuk ke dalam budaya asli. 

Islam yang ada hanyalah Islam yang ramah. 

Lalu,  kekalahan dunia Islam seperti kekalahan Turki Utsmani,  membuat pedih hati umat Islam.   Apalagi kemudian hampir seluruh negara Islam jatuh menjadi negara jajahan. 

Kemarahan akibat kekalahan itu muncul dan membakar.   Tema berikutnya adalah kebangkitan Islam. 

NU dan Muhammadiyah menjadi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di negeri ini.   Jika dia organisasi ini berada dalam Islam wasathiyah, maka negeri ini akan tetap aman dan nyaman. 

Akan tetapi, kemudian muncul organisasi kemasyarakatan berbasis Islam baru pascareformasi.   Dan geliat baru ini bisa dikatakan lebih bersifat politis.   Parpol baru dengan mengatasnamakan Islam bak cendawan di musim hujan. 

Parpol PKS dan PBB dan dirujuk untuk hal ini.   PPP sendiri seperti bingung.   Sementara PKB dan PAN,  walau berbasis agama tapi rasa nasionalisme lebih kentara. 

Dan FPI seperti ormas rasa parpol.   Nuansa politis nya lebih terasa. Sehingga aktivitas politis lebih terlihat oleh masyarakat. 

Dan pola prilaku FPI tidak lagi seperti NU dan Muhammadiyah.   Sikap keras terhadap "yang lain" Sangat menonjol.  Sehingga mudah terjadi benturan. 

Maka wajar, jika orang Islam sendiri merasa jengah dengan gaya FPI. Bahkan membuat sebuah petisi. 

Dengan demikian,  jangan meminjam kacamata FPI dalam melihat Islam di Indonesia.