Mohon tunggu...
M Munawir
M Munawir Mohon Tunggu... Guru - Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

Guru Di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta,

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Adakan Pembelajaran Daring, Bukan Pembelajaran Garing

2 Juni 2020   16:35 Diperbarui: 4 Juni 2020   05:13 801
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi bosan belajar. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Tidak ada yang mengira bahwa akan munculnya pandemi wabah seperti saat ini. Pandemi Covid -19 ni memberikan dampak pada semua sektor kehidupan, tidak terkecuali pada sektor pendidikan.

Adanya kebijakan pembatasan interaksi sebagai upaya mengambat penyebaran virus covid-19 menyebabkan perubahan metode pembelajaran, metode pembelajaran daring menjadi pilihan.

Namun demikian ketidaksiapan pelaku pendidikan (menejemen sekolah dan guru) akan pembelajaran daring, menjadi masalah utama, karena proses belajar mengajar selama ini lebih terbiasa menggunakan metode tatap muka.

"Bagaimana cara membuat perencanaaan pembelajaran daring, penggunaan berbagai fitur yang ada, memasukkan bahan ajar, memberikan penugasan, mengelola diskusi, dan juga bagaimana menyelenggarakan penilaian."

Kebanyakan lembaga pendidikan tidak memperkenalkan pembelajaran daring sebelumnya. Kecuali sekolah sekolah yang berada di perkotaan yang sudah didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Kegagapan pembelajaran daring nampak terlihat dihadapan kita dan hal tersebut perlu segera dicarikan solusi.

Meskipun di sebut guru, bukan berarti serba bisa, guru juga memiliki kekurangan atau keterbatasan dalam mengajar. Karena sebenarnya kebanyakan guru dalam pembelajaran lebih sering menggunakan menggunakan metode ceramah.

Apalagi guru generasi X (guru yang lahir tahun sebelum tahun 1980) yang pada masa mereka penggunaan teknologi belum begitu masif.

Sebagian besar tenaga pendidik masih belum siap menggunakan tekhnologi dan aplikasi dalam pembelajaran. Mereka yang mengajar di daerah pedesaan belum familiar dengan aplikasi googleclassroom, edmodo, zoom, webinar atau platform digital yang lain.

Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, antara lain masih dirasa mahal alat dan sarananya, belum meratanya jaringan internet dan kemampuan penggunaan tekhnologi itu sendiri.

Walaupun saya yakin fitrah seorang guru yang akan terus belajar menjadi modal utama dan hal tersebut akan dilihat sebagai tantangan yang harus dihadapi. Mereka akan adaptif terhadap tuntutan yang ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun