Mohon tunggu...
M. Jojo Rahardjo
M. Jojo Rahardjo Mohon Tunggu... Maksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Pakar neuroscience mendefinisikan positivity: "Sebuah kondisi di otak di mana otak bekerja maksimal, sehingga otak lebih cerdas, kreatif, inovatif, analitis, mampu memecahkan masalah, tahan terhadap tekanan dan mudah lepas dari depresi, fisik lebih segar, immune system membaik, dan lebih cenderung berbuat kebajikan". ______________________________________________________________________________ Tulisan M. Jojo Rahardjo tentang positivity atau positive psychology bisa dibaca juga di Facebook Fan Page "Membangun Positivity".

Selanjutnya

Tutup

Film

"Saint Judy" Membela Pengungsi Afghanistan di Tanah Amerika

18 Oktober 2019   10:30 Diperbarui: 18 Oktober 2019   13:30 0 2 2 Mohon Tunggu...
"Saint Judy" Membela Pengungsi Afghanistan di Tanah Amerika
Poster Resmi

Ada film bagus, berjudul "Saint Judy". Sebuah kisah nyata di New Mexico, California, US. Film ini dirilis awal tahun 2019.

Seorang pengacara bernama Judy Wood memperjuangkan HAK seorang gadis yang berasal dari Afghanistan yang "terdampar" di kota itu untuk mendapatkan suaka (asylum). 

Gadis itu tak beruntung, hakim tak memberinya suaka. Gadis itu dinyatakan hanya gadis biasa yang lari ke Amerika untuk mencoba peruntungan hidupnya. Menurut UU imigrasi, Kecuali ia seorang aktivis yang terancam keselamatan atau jiwanya di negeri asalnya,  maka ia hanya dianggap sebagai pendatang ilegal yang harus dideportasi ke negeri asalnya.

Judy adalah pengacara yang baik hati, ia merasa gagal sebagai manusia, bukan sebagai pengacara. Itu karena Judy tahu ada sesuatu yang tidak diungkapkan oleh Asefa Ashwari, kliennya itu, padahal ia ingin sekali menolong kliennya ini. Judy juga tahu jika Asefa dideportasi dari Amerika, dikembalikan ke negeri asalnya, maka kliennya akan kembali masuk penjara yang telah membuat beberapa tulang Asefa patah-patah dan membuat wajahnya lebam-lebam. Entah penjara apa yang telah menyekap kliennya itu sebelumnya.

Judy digambarkan sebagai seorang Santa yang selalu bersedia menolong orang lain, meski itu mungkin tak menguntungkan hidupnya. Itu sebabnya ia dijuluki Saint Judy. Setelah Judy membela Asefa habis-habisan, akhirnya Asefa pun menyatakan kepada Judy, bahwa ia telah diperkosa saat dipenjara di Afghanistan. Judi tentu heran dan kebingungan, mengapa kliennya tak menyampaikan fakta itu padanya sejak awal sekali?

Di pengadilan yang lebih tinggi (US Court of Appeals for the 9th Circuit), Judy dan Asefa kemudian menyampaikan fakta itu. Asefa dulu ditangkap saat berunjuk-rasa. Aparat Taliban (penguasa Afghanistan) menuduhnya dengan tuduhan yang bagi kita absurd, yaitu "Melawan Tuhan". Di dalam penjara para aparat memperkosanya. Apa yang diperjuangkan Asefa? Ternyata hak perempuan yang paling mendasar, seperti bisa pergi keluar rumah sendiri, tanpa didampingi oleh suami, ayah, atau saudara laki-laki. Juga hak untuk bersekolah (Asefa adalah seorang guru yang mendirikan sekolah untuk mengajar anak-anak perempuan di negerinya). Termasuk juga hak untuk melakukan unjuk-rasa.

Itu berarti kliennya adalah seorang aktivis kemanusiaan yang menjadi target pemerintah Taliban untuk dihukum atau dilenyapkan.

Tapi Asefa bukan hanya takut masuk penjara lagi (dan ia bakal diperkosa lagi). Yang lebih menakutkan Asefa adalah ia akan pasti menerima hukuman "honor killing" dari keluarganya sendiri, yaitu hukuman mati dari ayah sendiri dan saudara-saudara lelakinya sendiri. Tradisi itu kuat berakar di Afghanistan. Semua perempuan yang telah "disentuh" secara tidak halal, maka perempuan itu memberi aib bagi keluarganya dan mendatangkan murka Tuhan. Hanya "honor killing" yang akan mengembalikan derajat keluarganya dan bisa menjauhkan murka Tuhan.

Di pengadilan itu Judy berjuang keras. Ia berjuang agar Amerika membela siapa pun yang terancam keselamatan dan jiwanya karena tradisi atau hukum seperti di Afghanistan itu. Judy berhasil, ia bahkan berhasil mendorong Amerika untuk memperbaiki UU bagi perempuan pencari suaka, seperti Asefa.

Sayangnya plot dan penyutradaraan film ini tak sebaik film "Erin Brockovich" yang diperankan oleh Julia Robert. Namun kisah perjuangan Judy Wood (Michelle Monaghan) bisa menyentuh mereka yang memperjuangkan hak-hak perempuan, juga mereka yang memperjuangkan kemanusiaan secara umum.

Erin Brockovich dan Judy Wood tumbuh di negeri-negeri Barat yang sering disangka hanya melahirkan tradisi yang tak mempedulikan orang lain di sekitarnya atau sesama manusia. Namun "World Happiness Report" (WHP) yang diterbitkan PBB tiap tahun sejak tahun 2012 membuktikan sebaliknya. Banyak negeri-negeri maju di Barat yang dinyatakan oleh WHP sebagai negeri-negeri yang warganya peduli pada kesejahteraan orang lain atau peduli pada sesama manusia. WHP menyebut kepedulian pada sesama itu dengan sebutan "Social Support" dan "Generosity", serta "Perception of Corruption". Tiga aspek itu menunjukkan adanya kepedulian pada sesama manusia.

Erin Brockovich dan Judy Wood adalah 2 orang perempuan yang membela mereka yang tertindas oleh kekuatan besar di sekitarnya. Erin membela masyarakat yang tertindas oleh persekongkolan dunia industri (energi) dan pemerintahan setempat yang korup (di Amerika). Sedangkan Judy membela sesama manusia dari belahan bumi lain yang ditindas oleh sebuah ideologi bengis yang menganggap perempuan hanya sebagai 'tak lebih daripada seonggok daging' untuk melengkapi hidup para pria di sekitarnya.

Keduanya memperoleh hasil yang besar bagi kemanusiaan, padahal mereka boleh dibilang berjuang sendirian, setidaknya di awal perjuangannya. Erin dan Judy mendorong perubahan UU yang bisa menjamin kesejahteraan masyarakat atau sesama manusia. Beberapa media bahkan menulis kemenangan Judy membela Asefa ini dengan menyebut bahwa Judy telah menyelamatkan puluhan ribu perempuan imigran pencari suaka di seluruh dunia.

"World Happiness Report" diprakarsai oleh para neuroscientists dunia. Mereka melalui berbagai penelitian neuroscience menemukan bahwa sekarang semua orang memiliki kesempatan untuk memiliki kondisi positif di otaknya. Apa itu kondisi positif di otak? Yaitu kondisi otak di mana orang menjadi lebih baik secara intelektual dan juga secara kemanusiaan (lebih cenderung pada kebajikan). Bagaimana untuk bisa memiliki kondisi positif di otak? Berbagai tulisan mengenai itu sudah banyak tersebar di berbagai media. Salah satu yang mempromosikannya adalah ini: Membangun Positivity.

Mereka yang merasa dirinya aktivis kemanusiaan atau hak-hak perempuan wajib menonton film ini. Meski film ini kurang mengeksploitasi perjuangan Judy membela Asefa atau kehidupan Judy yang keras karena sendirian harus membesarkan anak lelakinya, namun film ini tentu layak tonton, karena mendapat nominasi untuk "LA Muse award at Los Angeles Film Festival 2018". Juga "Best International Film at London Raindance Film Festival 2018". Serta "Mind the Gap award at Mill Valley Film Festival 2018". Bahkan Michelle Monaghan mendapat nominasi untuk "Best Performance at London Raindance Film Festival 2018".

M. Jojo Rahardjo

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x