Mohon tunggu...
Misbah Murad
Misbah Murad Mohon Tunggu... "Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Rumah Tangga

4 Maret 2020   09:25 Diperbarui: 4 Maret 2020   09:38 13 2 0 Mohon Tunggu...

Kehidupan berumah tangga sering diumpamakan sebagai kehiduan bernegara, dimana seorang ayah sebagai presiden sementara seorang ibu dan anak-anak sebagai rakyatnya, dimana sebagai seorang presiden harus menjadi suritauladan bagi rakyatnya, memberi perlindungan, memberi sandang dan pangan, setiap orang memiliki kewajiban untuk mentaati aturan dan setiap orang juga memiliki hak untuk dilindungi dan mendapatkan perlindungan.

Kehidupan berumah tangga memang beraneka ragam, ada yang mengilustrasikan kehidupan berumah tangga sebagai kapal pesiar, ada yang mengilustrasikan kehidupan berumah tangga sebagai pesawat kargo yang besar, namun ada juga yang mengilustrasikan kehidupan berumah tangga sebagai biduk kecil atau sebuah sampan.

Tentunya beraneka ragam untuk mengarunginya, bila sebuah kapal pesiar ingin mengarungi lautan hanya menghidupkan mesin dan memasang kompas maka sudah jalan mau kemana arah tujuan, bila sebuah pesawat ingin mengudara, mengisi avtur yang cukup dan menuju kemana arah yang akan dituju, maka sebuah sampan atau biduk untuk mengarungi bahtera hanya memerlukan satu buah dayung.

Bagi yang rumah tangganya sudah mapan diibaratkan sebuah kapal pesiar, atau sebuah pesawat kargo yang besar, tapi bagi yang baru memulai dengan pekerjaan yang seadanya, mungkin sampanya masih berada di pantai atau disebuah dermaga, masih mencari dayung mana yang akan di pakai untuk digunakan mengayuh ketengah samudera.

Memang dalam kehidupan sebesar kapal pesiarpun akan ditempa ombak besar atau badai, apakah dia bisa melaluinya dan membawanya lagi ketempat yang tenang atau ketempat yang gelombang kecil, atau pesawat kargo yang menabrak gumpalan awan atau turbulensi yang terjadi, atau sebuah sampan yang terombang ambing di tengah lautan.

Itulah sebuah kehidupan berumah tangga, ada yang miskin, ada yang kaya, ada yang bahagia ada yang menderita, bagaimana masing-masing kita menyikapinya dan membawa kearah mana kehidupan rumah tangga kita.

Kadang tidak jarang sebuah kapal pesiar bertemu dengan kapal yang lebih besar lagi, kadang bertemu dengan kapal yang kecil-kecil dan kadang bertemu dengan kapal yang lebih mewah, bagaimana seorang nakhoda membawa kapalnya, apakah ia akan bertabrakan dengan kapal lain, atau dia malah megikuti kapal yang lain dan yang lebih parah dia malah ikut di kapal yang lain meninggalkan seisi kapal yang seharusnya dia nakhodai.

Kadang tidak jarang sebuah pesawat bertemu dengan pesawat lain, dimana sebagai seorang pilot dia harus bisa membawa pesawat sampai ketujuan. Jangan sampai dia terjun dengan parasut meninggalkan semua penumpang didalamnya, yang akan jatuh entah kemana.

Kadang tidak jarang sebuah sampan bertemu dengan kapal pesiar atau kapal lain atau sampan-sampan lain dilautan atau di dermaga, akankah tetap dia membawa sampan dan isinya menuju tujuannya atau ia tenggelamkan sampannya dan dia pergi kesampan lain.

Itulah sebuah kehidupan berumah tangga, kadang ada goncangan atau riak-riak kecil, kadang ada turbulensi yang hebat atau badai dan gelombang besar, bagaimana kita menyikapinya, bersama mengatasinya, agar rumah tangga yang kita bina berjalan dengan baik sesuai dengan ikatan janji saat akad nikah dan pernikahan dulu.

Bogor, 04032020

VIDEO PILIHAN