Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Karyawan Swasta

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisiku yang Pandir

13 Oktober 2017   06:26 Diperbarui: 13 Oktober 2017   06:49 411 7 2

Aku ingin Emha mendatangi puisiku

Mencela kata yang seharusnya tak ada

Waktu aku menyebut nama Tuhan dengan seadanya

Aku mau Umbu melempar segelas bir

Bukan untuk kuminum tapi kusiramkan sebagai syair

Agar tercipta gelegak soda dalam kalimatnya

Aku tahu barangkali Taufiq Ismail akan tersenyum maklum

Puisiku terpendam di zaman yang uzur

Tak usah menunggu mati karena dengan sendirinya akan menuju kubur

Aku pasti dilempar tulang oleh Chairil Anwar

Katanya untuk apa aku membawa-bawa sampah

Sajak dan puisiku yang aku simpan di lemari dengan kaca pecah

Aku paham Rumi pasti tertawa dari makamnya

Aku menulis recehan di atas kertas basah

Tidak cukup untuk memberi arti bagi jiwa yang hendak musnah

Aku sadar Gibran tak akan mau membaca

Sajakku yang kurang ajar terhadap makna

Dan sudah semestinya aku jadikan bahan bakar di tungku tua saja

Kafka malah tak mau berpaling sedikitpun

Jika ini zaman sebelum renaissance

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2