Mohon tunggu...
M GilangRamadhan
M GilangRamadhan Mohon Tunggu... penulis Novel, Pecandu Sastra, seorang Santri

Sebuah Platform bagi kaum Millenial dalam meraup gagasan dan bertukar informasi terkini terkait Pemuda, Ekonomi dan Politik. #PemudaagenperubahanBangsa Email:mgilangramadan20@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Meninjau Tingkat Efektivitas Pembelajaran Melalui Metode Daring

28 Februari 2021   23:23 Diperbarui: 1 Maret 2021   00:00 98 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Meninjau Tingkat Efektivitas Pembelajaran Melalui Metode Daring
akbara.ac.id

Ketika polemik Covid-19 ini datang bertamu pada setiap penjuru negeri, maka tentu hal tersebut mampu menyerang pada seluruh lapisan sektor yang ada di kapal kehidupan ini. Dengan beragam dampak yang sangat dirasakan pada setiap jangkauannya, sejatinya nilai esensi ini telah sukses dalam menciptakan dua narasi yang kian bertolak belakang satu sama lain.  

Di fase yang kian semakin krisis seperti saat ini, maka seluruh jaring-jaring kehidupan pun dituntut untuk bisa menjadi adaptif dalam menyikapi perubahan arus yang semakin memprihatinkan. Mulai dari sektor Perekonomian, Sosial Budaya, Kesehatan, hingga Pendidikan itu sendiri. 

Kita benar-benar telah menyaksikan bersama bahwa sampai detik ini pun Pemerintah, baik pemerintah daerah sampai dengan pusat telah mengeluarkan kebijakan terkait roda kegiatan melalui pembuatan skema sistem daring. Tentunya hal ini bukan tanpa ada landasan yang berarti. Melainkan dengan visi dan misi dalam upaya mengurangi peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Sampai detik ini regulasi tersebut pun telah mencapai angka satu tahun lamanya, bahkan telah  berhasil menciptakan pihak pro maupun kontra. Di sisi lain munculnya asumsi bahwa ketika sistem dunia pekerjaan dialihkan menjadi Work From Home, maka membuat proses pekerjaan pun menjadi lebih praktis serta efisien. 

Akan tetapi di lain kasus ada juga yang mengeluarkan opini bahwa ketika dunia pendidikan berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), maka pada dasarnya sangat mempersulit bagi Siswa atau Mahasiswa yang bersangkutan untuk menerima nilai edukasi yang sesungguhnya.

Namun di semua polemik dalam terciptanya pro ataupun kontra, tersimpan satu narasi yang berkonotasi kuranglah baik. Yaitu bagaimana tumbuhnya pola pikir bahwa kegiatan yang berbasis daring ini tidaklah memiliki manfaat, justru mampu menciptakan daya kemalasan, rasa ngantuk, dan lain sebagainya. Sehingga membuat pihak yang bersangkutan enggan untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. 

Ya, kita pun sangat menyadari bahwa pada pendiriannya setiap masing-masing individu tidaklah sama, bahkan dalam dinamika kasus ini kita tidak mungkin membagi rata dalam pengambilan kesimpulan hanya dengan satu analisis. Lantas, bagaimana seharusnya kita menyikapi fenomena ini.

Saya pun berasumsi bahwa terlepas sistem tersebut daring ataupun tidak, maka yang menjadi faktor utama ialah kembali kepada masing-masing diri kita pribadi. Saya rasa jika kita mampu menganalogikan layaknya terdapat dua pihak. Pihak yang pertama ialah yang mengikuti suatu kegiatan secara langsung, namun di satu sisi ia cenderung pribadi yang pemalas, tidak ada niatan yang baik pada jiwanya. 

Di pihak kedua, ia yang mengikuti kegiatan secara online. Akan tetapi pada kenyataannya ia sangat sungguh-sungguh, tekun, semangat, serta giat. Maka bisa kita simpulkan sendiri bukan bagaimana nilai yang mampu kedua belah pihak tersebut raih di kemudian hari nanti?.

Bagi diri saya pribadi, saya selalu beranggapan bahwa ketika berlangsungnya kegiatan online, maka hal tersebut diibaratkan seperti mini replika dalam berpijak di atas roda kehidupan. Semakin mampu untuk kita terbiasa, menyikapinya dengan baik, dan juga melakukan yang terbaik di setiap kesempatan. 

Percayalah bahwa ketika kita terjun langsung di dunia yang nyata, kelak karakter ini sejatinya sudah terbentuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Lantas secara tidak langsung dan tanpa disadari kita pun akan lebih unggul beberapa langkah daripada orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN