Mohon tunggu...
Muhammad Firmansyah Kasim
Muhammad Firmansyah Kasim Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Mahasiswa di University of Oxford, Inggris, bidang fisika partikel dan fisika akselerator.

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Mengulas Generator Tanpa Bahan Bakar Kang Dicky

13 September 2014   02:07 Diperbarui: 18 Juni 2015   00:51 15441 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

[caption id="attachment_323672" align="aligncenter" width="180" caption="Demonstrasi GTBB (credit: HI Watch)"][/caption]

Generator Tanpa Bahan Bakar (GTBB) baru-baru ini diklaim oleh penemunya, Dicky Zainal Arifin (atau Kang Dicky), sebagai solusi krisis energi dunia. GTBB dinyatakan dapat menghasilkan energi terus-menerus tanpa menggunakan bahan bakar. Beritanya dapat dilihat di link ini. Selain diklaim di website Hikmatul Iman, ternyata penemuan Kang Dicky ini menarik perhatian banyak pihak, seperti Iwan Piliang, Kang Ridwan Kamil dan Kang Dedi Mizwar. Bahkan di websitenya dikatakan bahwa GTBB masuk koran Kompas edisi 10 September 2014! Sepertinya terdengar cukup fantastis penemuan Kang Dicky ini, tapi apakah generatornya benar-benar akan bekerja? Mari kita ulas penemuan beliau dari sisi sains dan teknologi.

Menurut beliau, GTBB ini bekerja dengan menggunakan konsep generator overunity atau energi yang terus diputar-putar atau di-recycle sehingga dapat bekerja terus-menerus. Contoh sederhananya adalah seperti gambar di bawah.

[caption id="attachment_323676" align="aligncenter" width="300" caption="Konsep generator overunity sederhana (credit: 4vector.com)"]

1410521784605579036
1410521784605579036
[/caption]

Di gambar tersebut terlihat bahwa air yang jatuh akan memutar turbin/generator. Energi yang dihasilkan oleh turbin kemudian dapat digunakan untuk keperluan listrik (seperti menyalakan lampu) dan termasuk memompa air ke atas.

Sekilas terlihat bahwa turbin tersebut akan berputar selamanya karena energinya diputar-putar. Tapi hal ini tidak akan pernah terjadi. Mengapa? Dalam proses air memutar turbin, akan ada energi yang 'hilang' sehingga menyebabkan energi yang dihasilkan turbin tidak akan pernah cukup untuk memompa air kembali ke atas. Hal yang sama juga dapat diterapkan untuk mesin GTBB Kang Dicky. Meskipun energi dari aki diputar-putar, tapi suatu saat pasti energinya akan habis.

Konsep overunity/perpetual motion ini bukanlah suatu ide yang baru. Ide ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Bahkan beberapa orang sudah mematenkan ide serupa di Amerika Serikat. Akan tetapi, konsep ini sudah dinyatakan "tidak mungkin" sejak ratusan tahun yang lalu, karena menyalahi hukum dasar termodinamika. Selengkapnya dapat dibaca di sini: History of Perpetual Motion Machine.

Hal kedua yang menarik dari penemuan Kang Dicky ini adalah "wireless energy". Sebagian dari kita mungkin terkejut dengan "wireless energy" ini. Apakah energi benar-benar bisa ditransfer tanpa menggunakan kabel? Jawabannya bisa. Konsep wireless energy ini bukanlah konsep yang benar-benar baru. Konsep ini sudah cukup banyak diterapkan. Beberapa perusahaan sudah membuat wireless charger untuk telepon genggam (contoh: Nokia), bahkan sudah ada tutorial untuk membuat wireless electricity sendiri! Jadi, meskipun wireless energy ini bukanlah temuan Kang Dicky, saya perlu mengapresiasi beliau karena sudah memperkenalkan konsep wireless energy ke masyarakat.

Sebagai simpulan, GTBB Kang Dicky ini sekilas terlihat sangat menjanjikan, tapi apabila dikaji secara fisika dan teknologi, GTBB ini tidak akan mungkin berjalan terus-menerus. Klaim yang mengatakan bahwa GTBB mampu menghasilkan energi baru tanpa input energi sama sekali adalah tidak benar secara ilmiah.

Saran saya adalah janganlah kita mudah percaya dengan klaim fantastis orang-orang, apalagi ditambahkan embel-embel "karya anak bangsa" atau "akan menghebohkan dunia". Kajilah klaim tersebut lebih dulu dan dengarkanlah pendapat orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Jangan sampai kita jadi bahan tertawaan seluruh dunia karena klaim fantastis seperti ini.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan