Mohon tunggu...
Methodius Kossay
Methodius Kossay Mohon Tunggu... Menabur Benih Kebenaran dalam setiap kehidupan

Adalah seorang aktivis sekaligus praktisi hukum yang sudah melalang-buana 17 tahun di Jawa. Saat ini sebagai Motivator di berbagai kegiatan terutama mahasiswa/wi dari Papua.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mahasiswa Papua Perlu Sikap Mental Kuat

5 Juli 2019   18:12 Diperbarui: 5 Juli 2019   18:15 0 1 2 Mohon Tunggu...
Mahasiswa Papua Perlu Sikap Mental Kuat
Ilustrasi. Dok.MethoKossay

Pembentukan sikap mental pada setiap orang tidaklah muda. Perlu waktu dan proses yang panjang sehingga kebiasaan sikap mental itu terbentuk dalam diri kita sebagai manusia. Pertanyaanya sikap mental seperti apa yang kita pelihara dalam kehidupan kita sehari-hari di kos, asrama, kontrakan atau dirumah ? Karena sikap mental dan tindakan positif kita yang kita lakukan setiap hari akan membentuk karakter kita.

Kehidupan mahasiswa Papua yang jauh dari orang tua dalam mengeyam pendidikan di luar Papua khususnya di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Malang, Surabaya dan kota -kota lainnya; sangat penting dalam mengelolah pola pikir dalam pembentukan sikap mental yang kuat dan tahan banting dalam pengaruh lingkungan yang negatif. 

Pada kenyataanya memang sering kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari dampak dari ketidaksiapan mental sikap kita, yang bisa berunjung pada konflik atau perpecahan. Sebagai seorang mahasiswa yang intelek wajib memberikan contoh dan dampak positif bagi sesama dan lingkungan tempat tinggal tentu melalui sikap dan mental kita yang baik.

Mahasiswa Papua harus bisa memelihara sikap mental yang Benar dan Baik. Entah dimanapun dia kuliah, harus menunjukkan  sikap yang baik bagi diri dan lingkungannya. Jangan memelihara sikap mental yang buruk atau negatif yang nantinya akan merusak masa depannya. 

Sikap mental menjadi dasar dan satu kesatuan dalam pembentukan karakter kita sebagai manusia sehingga bagi siapapun mau tidak mau atau suka atau tidak suka harus belajar dan berlatih terutama dalam menjaga pola pikir dan pola hidup yang benar dan positif.

Prestasi bagus, dengan cum laude, lulusan luar negeri bahkan bergelar profesor jika tidak memiliki sikap mental yang baik juga merupakan omong kosong. Sikap mental menjadi faktor yang utama dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam pekerjaan kita. 

Karena sikap mental juga menjadi dasar seseorang pada saat berpikir dan berperilaku dalam lingkungannya. Jika kita sebagai mahasiswa dari Papua yang ingin mencapai cita-cita dan sukses, fondasi yang tidak boleh kita lupakan adalah sikap mental kita yang sesuai dan sejalan dengan visi dan misi hidup kita.

Maka dari itu jika kita mau bertumbuh sebagai mahasiswa dari Papua yang jauh dari orang tua, kita harus menghapus mental sikap kita yang malas, mengeluh, serakah, ketergantungan, tinggal dalam zona nyaman, suka buat keributan, suka minum keras (miras), suka narkoba, suka berbohong, suka bikin banyak alasan, terlena dengan kenyamanan fasilitas dan tidak mau membuat terobosan baru dan lainnya. 

Kita tidak akan mendapatkan buah yang indah apabila tidak menanam bibit yang unggul dan memeliharanya dengan menyirami secara rutin. Sama halnya dengan pribadi kita ; bahwa seseorang itu berhasil atau tidak karena ada proses yang panjang dalam menyirami pikiran dan perilakunya dengan sikap mental positif.

Jika kita ingin sukses dalam kuliah dan pekerjaan kita, khususnya mahasiswa Papua yang saat ini masih duduk di bangku kuliah atau yang sudah kerja peliharalah sikap mental dan tindakan positif. Buah yang indah tidak tumbuh dalam 1 hari ada proses yang harus dijalani. 

Begitu pula dengan kehidupan kita semoga kita mau mengisi proses hidup kita dengan usaha belajar yang rajin, kerja keras dan nilai positif serta memberi dampak bagi sesame dan lingkungan. Terobosan dalam hidup kita ini baru akan tercapai jika kita mau melakukan terobosan dalam diri. (mk/5-6-19)