Mohon tunggu...
Merlin Leona
Merlin Leona Mohon Tunggu... Mahasiswa - haloo

YES URAA!!!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sosialisasi Program "Anti Narkoba" terhadap Siswa Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Maitreyawira Tanjungpinang

12 Mei 2022   16:00 Diperbarui: 12 Mei 2022   16:06 184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Merlin Leona, Sandy Putra, Novi Angelina, Selina Phang, Evelyn Loo, Elfan Wahyu Mulyana, S.E., M.Ec.Dev., Dewi Khornida, SE., M.M.

 Fakultas Ekonomi, Universitas Internasional Batam, Indonesia

Abstrak

Sebuah survei prevalensi penyalahgunaan narkoba oleh BNN dan LIPI pada tahun 2019 menunjukkan bahwa cukup banyak kalangan pelajar yang terlibat dalam kasus penyimpangan tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran dan edukasi lanjut mengenai narkoba terhadap kalangan pelajar. Penulis kemudian memutuskan untuk merencanakan sebuah sosialisasi mengenai program anti narkoba, yang merupakan satu diantara berbagai program PASEPRO sebagai upaya pengabdian terhadap masyarakat oleh penulis selaku mahasiswa-mahasiswa Universitas Internasional Batam yang tengah menjalankan Pendidikan Pancasila. Kegiatan ini akan dilaksanakan terhadap mitra, siswa SMAS Maitreyawira Tanjungpinang, menggunakan metode penyuluhan secara langsung/ tatap muka, yang didasarkan pada kesepakatan yang dicapai setelah penulis melakukan observasi dan wawancara dengan perwakilan pihak sekolah. Selain sosialisasi, penulis juga akan mengadakan kuis berhadiah dan menyediakan modul informatif sebagai bahan pembelajaran siswa. Tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan sosialisasi ini antara lain: (1) Mengetahui sejauh mana wawasan para siswa SMAS Maitreyawira Tanjungpinang mengenai narkoba dan dampak dari penyalahgunaannya serta (2) Meningkatkan antusias dan pehamaman para siswa SMAS Maitreyawira Tanjungpinang mengenai narkoba dan dampak dari penyalahgunaannya.

Kata Kunci: Kesadaran Pelajar, Penyalahgunaan, Narkoba

Abstract

A survey on the prevalence of drug abuse by BNN and LIPI in 2019 shows that quite a number of students are involved in this deviating activity. This shows the importance of increasing awareness and further education about drugs among students. The authors then decided to plan a socialization regarding the anti-drug program, which is one of the various PASEPRO programs as an effort to serve the community by the authors as Batam International University students who are currently carrying out the Education of Pancasila. This activity will be implemented to the partner, students of SMAS Maitreyawira Tanjungpinang, using the direct/ face-to-face counseling method, which is based on an agreement reached after the authors had done an observation and an interview with the school representative. In addition to socialization, the authors will also hold a quiz with prizes and provide informative modules as students' learning materials. The objectives to be achieved through this socialization activity include: (1) Knowing SMAS Maitreyawira Tanjungpinang students' extent of knowledge about drugs and the impact of their abuse and (2) Increasing SMAS Maitreyawira Tanjungpinang students' enthusiasm and understanding about drugs and the impact of their abuse.

Keywords: Student Awareness, Abuse, Drug.

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia, yang berisi tentang nilai-nilai luhur yang kemudian dijadikan sebagai sebuah pedoman dalam menjalankan kehidupan. Seiring berkembangnya zaman, terlihat bahwa generasi muda Indonesia cenderung mengalami kemerosotan dalam hal menaati dan menerapkan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu, pentingnya diberlangsungkan pembelajaran Pendidikan Pancasila demi meningkatkan moralitas dan membentuk karakteristik para generasi muda Indonesia untuk menjadi penerus bangsa yang teladan.

Dalam jenjang Pendidikan Tinggi, Pancasila merupakan satu di antara beberapa aspek yang harus menjadi dasar penyelenggaraannya sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Selain itu, Pasal 35 Ayat (3) dan (5) Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi juga mencantumkan bahwa mata kuliah Pendidikan Pancasila wajib ditempuh oleh mahasiswa Pendidikan Tinggi, tepatnya untuk program sarjana dan program diploma. Hal ini diharapkan akan dapat memberikan pemahaman dan penghayatan kepada Mahasiswa mengenai ideologi bangsa Indonesia. Dengan begitu, Pendidikan Pancasila juga dilaksanakan oleh Universitas Internasional Batam sebagai salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa/i.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melalui Mata Kuliah Dasar Umum pendidikan berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan karakter (General Education) dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Pendekatan partisipatif dan kolaboratif tersebut dilaksanakan Universitas Internasional Batam dengan melibatkan kerjasama dengan dunia industri dan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakanlah Proyek Pancasila untuk Program Pemberdayaan Masyarakat 2021 (PASEPRO).

Program PASEPRO tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila yang dilaksanakan di Universitas Internasional Batam tidak sebatas berupa penyampain materi di kelas, melainkan juga menerapkan sistem project-based terkait pengabdian kepada masyarakat dengan tema yang membantu pemerintah. Secara umum, Program PASEPRO dikelompokkan menjadi beberapa program untuk memecahkan sejumlah permasalahan yang terjadi di wilayah yang dipilih. Satu di antara berbagai program tersebut ialah program "Anti-Narkoba", yang juga merupakan program yang penulis seleksi untuk diterapkan bersama dengan kesepakatan mitra.

Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan. Narkotika bersifat berbahaya dan memiliki banyak dampak negatif terhadap kesehatan pengguna, baik dari halusinasi; penurunan tingkat kesadaran; hingga gangguan kualitas hidup. Sebuah survei penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh BNN dan LIPI pada tahun 2019 mengungkapkan bahwa sekitar 2.300.000 remaja tersangkut ke dalam kegiatan penyimpangan ini, dengan 47,70% berupa remaja kalangan SMA yang pernah memakai dan 57,70% berupa remaja kalangan SMA yang telah memakai selama setahun.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan terhadap pihak mitra, perwakilan Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Maitreyawira Tanjungpinang, didapatkan kesepakatan antara penulis dan mitra untuk mengadakan kegiatan sosialisasi anti-narkoba terhadap siswa SMAS Maitreyawira Tanjungpinang. Hal ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kesadaran dan edukasi lanjut mengenai narkoba, terutama terhadap kalangan anak-anak SMA yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya, baik secara fisik maupun mental, yang menyebabkan mereka menjadi lebih rentan terhadap pengaruh-pengaruh (positif maupun negatif) dari lingkungan sekitarnya.

Kegiatan sosialisasi yang akan diselenggarakan direncanakan untuk dilaksanakan pada auditorium sekolah yang terletak pada lantai 4 bangunan SMAS Maitreyawira Tanjungpinang, di Jl. Prof. Ir Sutami Komplek Villa Akasia No.66, Tanjungpinang Timur, Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 29122. Saat ini, SMAS Maitreyawira Tanjungpinang memiliki 165 siswa aktif, yang terdiri dari 79 siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan 86 yang berjenis kelamin perempuan. Namun, partisipan kegiatan ialah sebatas kelompok penulis selaku panitia/penyelenggara kegiatan, bapak Andi Pebprianzah, S.Sos. selaku perwakilan dari pihak mitra, dan sebagian dari siswa SMAS Maitreyawira Tanjungpinang yang ditentukan oleh pihak mitra, guna menghindari terbentuknya kerumunan besar, mengingat kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dalam masa pandemi.

Bahan yang diperlukan ialah sebatas materi-materi mengenai "Program Anti-Narkoba" yang akan dipersiapkan sebagai bahan penyampaian sekaligus sebagai modul informatif untuk partisipan. Mengingat kegiatan yang ingin dilaksanakan dilakukan secara tatap muka, maka alat yang diperlukan ialah perangkat digital: handphone; laptop; dan proyektor sebagai sarana dalam penyuluhan, serta hand sanitizer untuk tetap menjaga kebersihan dan kesterilan diri.

Dalam melaksanakan kegiatan ini, metode yang diterapkan berupa metode penyuluhan, yang bertujuan untuk menambah dan memperluas pengetahuan siswa-siswa SMA, yang berupa remaja-remaja dalam masa pertumbuhan, akan narkoba dan dampak-dampak yang dapat ditimbulkannya jika disalahgunakan. Selain itu, kami juga menilai bahwa metode ini dapat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat (termasuk para pelajar) akan pentingnya edukasi tentang narkoba.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ialah melalui dua buah metode, yaitu metode observasi dan wawancara. Hal ini dikarenakan kedua metode tersebut mudah untuk dilakukan, dimana kami hendak mengunjungi lokasi untuk melakukan pengamatan secara langsung dan memperoleh data secara verbal maupun nonverbal. Kemudian, untuk memastikan ketepatan data observasi, dilakukan wawancara terhadap pihak mitra sembari meminta izin dan membahas tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Sedangkan untuk metode pengolahan dan analisis data yang digunakan ialah metode editing dan analisis kualitatif, sebab data yang diperoleh bersifat data kualitatif.

Selain melakukan penyuluhan, penulis juga merencanakan pelaksanaan sebuah kuis berhadiah terhadap partisipan. Dengan begitu, penulis berharap sosialisasi yang dilaksanakan akan berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Penulis juga mengharapkan peningkatan pemahaman, rasa ingin tahu, dan antusias siswa SMAS Maitreyawira Tanjungpinang dalam mendalami wawasan mengenai narkoba.

DAFTAR PUSTAKA

Humas, BNN. (2020). Survei Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba 2019. Jakarta: Pusat Penelitian, Data, dan Informasi.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun