Novel

Raja Kaleng

6 Juni 2018   19:28 Diperbarui: 6 Juni 2018   19:50 718 0 0

Novel ini bermula tentang surat kaleng yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah enam sahabat. Mereka adalah Raja, Taufan, Farhad, Reino, Amril dan Mustofa. Mereka dipertemukan karena kegiatan kepramukaan.Mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang berbeda-beda. Hanya Jiwo yang tak ada khabarnya, hingga akhirnya ada surat kaleng yang beredar di antara mereka dan surat kaleng tersebut telah memberikan kebingungan diantara enam sahabat hingga mereka tersadar bahwa mereka akan masuk ke dalam satu perjalanan yang akan diulangi kembali setelah kepergian Jiwo, seorang sahabat yang akhirnya mempertemukan mereka kembali dalam rencana yang tertunda selama dua puluh tahun lamanya. Hingga akhirnya mereka berencana untuk melakukan perjalanan camping dan memecahkan sandi yang mereka terim

Raja, Taufan, Farhad, Reino, Amril dan Mustafa yang sudah lama tak bertemu Jiwo. Namun dalam amplop tersebut ada pesan agar mereka bisa datang kesatu tempat yang dirahasiakan . Petualangan pun dimulai. Mereka saling kompak dan saling bahu membahu agar samapi ke tempat yang di tuju dalam sandi yang ternyata penyambung dari kebingungan mereka adalah anak jiwo sendiri. Lalu bagaiamnakah petualangan mereka dimulai. Begitu banyak hikmah yang di dapat dalam buku ini. Seperti nilai dasa dharma yang terkandung di dalammnya. Nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh seorang Pramuka sejati. 

Seperti bagaimana menjaga perkataan dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Apakah enam sekawan ini bisa bertemu. Apakah Jiwo yang mengirimkan surat kaleng tersebut. Wenny dengan ciamik menggambarkan makna pertemuan dan perpisahan dalam buku ini. Bagi yang pernah ikut kegiatan Pramuka akan merasakan teka teki pemecahan sandi, dan bagi yang belum siap-siaplah berpetualang ala detektif. Selamat membaca dan menikmati diantara banyak kisah tersebut adalah perjalanan saat mereka pernah di Norwegia. Mereka merasakan bagaimana Pramuka sudah membuka banyak peluang dan cakrawala baru dalam kehidupan mereka. Namun bagaimanakah alumni Pramuka tersebut di masa depan?