me1dytitis.SH
me1dytitis.SH

Yah begini nasip Jadi Gepeng but iam human loih and women Live near on the strets doing my job hope proposional and profesional THE REAL GEPENG at least SATPOLL PP depok already registet my identifikation as CITIXEN of Jakarta on 2010.My activity HOMELESS,make a tesis also doktoral and reseach for prof some time for company and Lab,make handdycraff for event or personal,some time freelance Partyline for company otherwise personal needed (NO TOUCHING BUT ALWAYS POLITE in lost of THING Gepeng seerti saya hidup di pingir jalan JOMLO dan menjalani diri tidak mengalir seperti takdir hanya berusaha bersurat d engan GUSTI PANGERAN ALLAH SWT tentang hidup kedepan.INTETREST?

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Batu Besar

7 Maret 2019   13:19 Diperbarui: 7 Maret 2019   13:29 62 2 0

Tertedun sejenak pun tidak hanya menikmat deburan ombak yang sayub menyelusup d gendang telingga dan hentan buih pasir yang bergelombang menyapu ujung bibir pantai.menyerupa seperti desah lirih ketika bibir mengatup dan membeku dngins esaat selanjutnya kembali mengahnggat di celah bbirku yang terbuka persekan centimeter menyerupa dengan bongkahan batu belah di tanah nongsa.ahai ternyata  burung dengan sayap sayap baja itu tetap saja mengeluarkan suara yang sangat gemuruh melebihi hulungan ombak yang terhampar.

"Woi open urs eye yah udah morning bingitdah!"suara cempreng bak kaleng rombeng nggak laku dijual pula itu berkumandang lebih dari tiga kalian kalau boleh nyindir mending suara kaleng beneran dah.aku hanya  melirik sekilas tubuh pemilik suara ala kaleng yang nyaris mirip dengan kungfu panda yang luar niasa montok dengan pandangan masih belumberalih dari butiran antara embun dan tetesan gerimis yang satu satu memenuhi pelupuk mata.

"Jadi apa sih ribet banget?"dengan posisi yang masih  sama tangan masih mengengam Hape sementara sepatu entah kemana tau butiran pasir kulihat juga memenuhi sebagian kaca mobil bahkan terkesan seperti lukisan pasir berbentuk naga yang tengah merundukkan badannya antara malu dan nggak percaya diri ketika matahari tengah menyembul dibalik cakrawala sebuah mitos yang masih ada di sebagian masyarakat Batam.

            Wanita itu kulihat Lain dari biasanya jalannya agak cepat sesekali ia merapkan sepatu vantovel berhak lima centimeter-an menenggok sejenak kea rah trotoar sejenak sebelum kembali melanjutkan jalannya,hanya sesaat lima menit kemudian mercedez hitam itu datang dan tepat berada di sampingnya pintu dibuka dan tubuh wanita itu menyelinap dibalik kereta baja dengan harga milyard-an rupiah itu,padahal minta ampun dari tongkrongannya saja pasti pemerhati entertainment world sanngat alergi tengan tongrongan yang disajikan oleh wanita tersebut tubuh memang proposional dengan dua mata,dua telingga dua tangan dan dua kaki tidak kiperhatikan tangan dan kaki jumlah jarinya lengkap sepuluh atau kelebihan yang jelas hidung masih satu bibir juga satu dengan bukit kembar yang mengelantung menyerupa nyiur kelapa yang tergoyang hempas ketika angin menerpa  bibir pantai.

            Kembali mataku teredar kesekeliling ruangan tetap saja semuanya harus terlihat jernih dan terang setidaknya sedikit lebih baik ketika matahari malu malu mulai beranjak naik mengantikan bulan yang menemani sang naga yang konon katanya kesiangan kembali ke gua  dan merundukkan tubuhnya menyerupa dengan bunglon hingga membentuk tampilan jajaran teluk diantara deburan ombak dan hempasan angin pulau nongsa batam yang sesekali masih dihiasi dengan gemuruh burung-burung baja dalam hitungan sekian menitan terbang dan mendarat dilandasan yang getol dikelola BUMN .

"open urs eye!"

"Cempreng yang lagi in fres from the oven mengenyangkan tau!"katau datar masih tetap mengarahkan konsentrasiku kearah perempuan yang lumayan menarik perhatianku.setidaknya dengan tampilan rambut yang selalu basah dan tubuh yang selalu prima dan tepat waktu dalam hitungan menit sekian detik masuk mobil dan keluar mobil yang berlainan dalam hitungan sekian jam sekian detik dengan potongan enam puluh menit-an TENG tidak kurang tidak lebih mleng sedikit konon katanya akan diguncang dengan acara disiplin  dan tetek benggeknya sambil teringat acara pagi kok bisa ya lagi acara membantu Negara melayani dengan membayar sesuai PPN yang tertera atas sebuah jasa barang dalam hitungan logam mulia orang nomor satu disemprit bawahannya dengan tendensi melayani masyarakat bukan atasannya bukannya atasanya juga dulunya dulu dan sekarang juga masyarakat ditambah lagi lah apa fungsi the mbody kuat yang selalu menyusun dan mengarahkan acara ?foih ini jaman edan banyak alay bilang kalau nggak edankita nggak hidup cucok end...mungkin pengaruh syutinganan pencitraan.

            Agaknya masih dengan tongkrongan yang sama dengan rambut yang selalu basah tapi ini lain cerita mataharinya tidak lagi tersembul keluar melainkan menyelusup ke dalam  perut bumi dengan penampakan setengah lingkaran,mengelengkan kepala ke kiri dan ke kanan dimana angina masih menderu --deru dengan sangat kencangnya bersusulan dengan ombak yang bergelayut nyaris memenuhi bibir pantai yang sudah di berikan pembatas serupa dengan trotoar dengan baru batu kali dan leburan semen serta pasir sementara sesekali beberapa lelaki dengan sigap dan gagahnya mengayunkan jelentik jemarinya ke angka tiga kipas angin munggil sesaat harum keju berkejaran dengan angina di bibir pantai.pasang agaknya Hei perempuan itu pun disana rambutnya basah pula meski tidak ada rinai hujan setetespun.

"Woi jangan melamun mending minum es limun jangan bingung kalau suka langsung aja ngomong biar nggak cangung!"Cempreng bin kaleng itu kembali berkumandang tek henti hentinya  dalam hitungan detik .

"buah nangka warnanya kuning akh...akh  ada ada saja kau ini mangnya lagi jadi apa sih kok ngurusin aku kepo dah!"protesku sambil angin lalu pandanganku masih terarah pada wanita yang baru saja beberapa detik lalu turun dari mobil dengan merk yang lain dan dengan senyum sumringah entah senyum itu ditujukan untukku atau untuk si cempreng yang jelas dia tampak asik-asik saja.

"Dia sexy,"

"lebih sexy batu itu toh dia lebih setia dibandingkan dengan-nya!"cempreng kembali mengarakan pandangannya kea rah yang sama dengan pandanganku meski dia tidak seperti aku yang sedari awal selalu setia mengikuti wanita dengan sepatu ceper dengan rambut yang selalu basah baik matahari terbenam pun matahari terbit pun dengan plat nomer yang berbeda pun dengan mobil yang beraneka jenis yang jelas tubuhnya memang bak biola dengan panggul yang menyerupa lekukan leher naga ketika sang naga menegakkan punggungnya,akh rasanya pujianku tidak berlebihan kirannya mengingat bentuk seperti itu yang biasanya membuat lelaki tergila-gila terutama para orang dengan cas cis vus dan ewes-ewes bahasa yang semakin hari tidak semakin berkurang malah semakin bertambah dengan kemudahan yang dicanangkan oleh Negara gemah limpah loh jinawi yang konon katanya tongkat kayu dan batu menjadi tanaman apalagi dengan batu besar?apa yang bias dilakukan negeri gemah limpah loh jinawi dengan batu besar?

"itu sebuah legenda aja jangan terlalu dramatisir,apa hubungannya panggul dengan naga apalagi dengan batu besar!"suara cempreng itu kembali terdengar meski nadanya agak lirih seerti lampu-lampu merkuri yang mulai kelihatan menyala keputihan sebelum berubah warna menjadi kuning  menerangi jalanan.

"Legenda kadang bias terulang kembali tau!"lanjut suara cepreng sambil mengamati kembali perempuan yang menarik perhatianku tidak kurang dari Sembilan bulan sekian jam sekian detik mungkin aku kurang memperhatikan-nya sebelum jangka waktu tersebut mengingat kelelakian-ku tidak cukup puas hanya dengan siluet-siluet yang sahaja saja dan kali ini perempuan itu cukup luar biasa dengan rambut yang selalu basah dan kaki-kaki-nya dengan sepatu ceper mobil dipinggir trotoar yang berganti-ganti apa dan bagaimana dengan sang supir yang konon katanya kebanyakan masih didominasi oleh lelaki apa bergabti-ganti juga apa yang dikerjakan dan sedang dikerjain oleh siapa perempuan itu dengan imbalan berapa akh agaknya kelelakian-ku sedikit kepo juga.

            Terdiam bahkan kulihat si suara cempreng juga sama sepertiku pandangan kami sesaat melirik kea rah lampu merkuri yang sudah mulai menerangi jalanan dengan suara gemuruh angina yang semakin kencang dan devur ombak yang sesekali melampau pembatas bibir antai yang terbuat dari tumpukkan batu kali agaknya pasang kali ini agak tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

"kamu percaya hal tersebut?"

"tentang apa naga atau panggul?sahut suara cempreng dengan seenaknya sambil terus menikmati perempuan yang kelihatannya tengah mengunyah pelan pisang agape sejenis pisang yang dibakar dan diberi coklat atau keju atau hanya dengan taburan gula merah mungkin lebih dikenal dengan pisang bakar.

"bisa nggak jawab tabakkanku !!"Tanya suara yang semakin lama semakin cempreng tapi apa daya setidaknya hanya dia yang setia menemaniku dimanapun dan kapanpun disbanding dengan yang lainnya.

"apaan?"

"apa persamaan naga dengan perempuan ?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4