Mohon tunggu...
Medy Budun
Medy Budun Mohon Tunggu... Alumni Magister Administrasi Bisnis, Universitas Lambung Mangkurat

Lahir dan dibesarkan di bagian Selatan IKN baru, Desa Sandeley, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dari keluarga asli Dayak Paser turunan Paser Tiong Talin. Saat ini menetap di provinsi tetangganya karena tugas dan pekerjaan untuk menafkahi keluarga di sebuah perusahaan tambang batu bara di Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimatan Selatan. Memiliki satu istri, seorang Dayak Ma'anyan dengan tiga anak masing-masing usia saat ini 25 tahun, 20 tahun dan 12 tahun. Aktif dalam forum diskusi terkait dengan komunitas Dayak dalam konteks seni budaya, hak asasi dan kearifan lokal. Juga sebagai admin dan moderator Facebook Group Dayak Paser.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Suara Hati Pribumi Asli IKN Baru

21 Juni 2021   19:24 Diperbarui: 23 Juli 2021   08:05 380 3 0 Mohon Tunggu...

Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) adalah merupakan asset yang sangat penting bagi sebuah bangsa. Namun faktor yang paling utama diantara keduanya adalah Sumber Daya Manusia yang benar-benar dapat diandalkan dan mampu mengelola Sumber Daya Alam yang dimiliki tanpa terkecuali dalam sektor pemerintahan maupun swasta. Berkaitan dengan hal tersebut, IKN yang sebentar lagi hadir di negeri Regatn Tatau tentu membutuhkan SDM dengan kriteria yang mumpuni tidak terbatas pada keahlian (skill) saja akan tetapi juga dituntut harus memiliki pengetahuan (knowledge), tingkah laku (behavior) dan sikap / pola pikir (attitude) yang baik, yang mana hal tersebut dipengaruhi oleh pendidikan formal/non formal dan lingkungan dari setiap individu.

Menyadari hal tersebut, Dayak Paser sebagai salah satu pribumi asli IKN di negeri Regatn Tatau merasa kualitas SDM yang dimiliki masih sangat sulit untuk bersaing, pun dalam kondisi yang ada saat ini sebelum "perubahan besar" itu nanti terjadi. Sesuatu yang menyedihkan ketika mereka memiliki asset dilingkungan smart city tapi tidak mampu mengelolanya dengan baik dan hanya mampu jadi penonton saja. Bahkan yang lebih parah ditakutkan, jangan sampai mereka justru tergilas oleh kemajuan kota kosmopolitan itu nantinya (kuur ruo!). Maka oleh sebab itu melengkapi paparan yang disampaikan oleh Sultan Paser Y.M. Muhammad Jarnawi, S.H. pada rapat dengar pendapat dengan Kepala Staf Kepresidenan pada Rabu, 16 Juni 2021 di Kantor DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, penulis memandang begitu sangat urgent pengembangan SDM sebagai bagian dari pembangunan fisik IKN yang akan segera dimulai. Permintaan kuota SDM lokal yang dimaksud Sultan Paser tentu harus didahului dengan pembangunan SDM yang meliputi proses pengembangan terprogram agar output nya tepat sasaran, tepat waktu dan tepat tempat.

Program pengembangan SDM ini penulis bagi dalam 2 (dua) fase yaitu pengembangan SDM sebelum dimulainya pembangunan IKN baru (pre-construction period) dan pengembangan SDM saat IKN sementara dibangun (under construction period). Pada pre-construction period fokus pada pendidikan non formal melalui peningkatan hard skill dan soft skill oleh Lembaga Pelatihan dalam hal ini KLK / BLK yang dikelola oleh Pemerintah sehingga tidak ada alasan kontraktor pelaksana pembangunan IKN baru untuk menolak SDM lokal dan mereka siap untuk terlibat dalam proses konstruksi. Sedangkan pada under construction period fokus pada pendidikan formal melalui program beasiswa bagi SDM lokal sampai jenjang doktoral (S3) yang dibiayai pemerintah bekerjasama dengan swasta (CSR) toh banyak sekali perusahaan raksasa yang beroperasi di daerah ini yang dapat berkontribusi sehingga kedepan SDM lokal pun mampu bersaing dalam merebut setiap peluang dan siap diberdayagunakan pada setiap institusi dalam sektor pemerintahan dan swasta dilingkungan IKN baru nantinya. Tabe!.

VIDEO PILIHAN