Mohon tunggu...
Abdul Azis Al Maulana
Abdul Azis Al Maulana Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa UIN Mataram

Jika kau bukan anak raja, bukan orang terpandang, maka menulislah.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Makna Hampers yang Sesungguhnya

26 April 2022   19:38 Diperbarui: 26 April 2022   19:49 874
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hampers ada untuk menyadari bahwa kita sejatinya ada, dan kita berharga untuk orang lain. Mereka yang memberikan kita hampers juga tentu tahu bahwa kita sebenarnya tidak sempurna, namun itu bukan masalah besar sebab kita ada untuk berguna.

Kepedulian tidak selalu berbentuk kata-kata dan tindakan, melainkan berada pada sebuah bingkisan kecil yang diberikan oleh orang lain. Output dari tindakan tersebut tentu menjadi alasan utama bagaimana sosialita antara kita tetap terjamin dengan baik.   

Itulah mengapa saya berani mengatakan bahwasanya hampers ini merupakan bukti adanya diri kita sendiri, bukti adanya kepedulian dan keterikatan bathin maupun sosial kita sebagai manusia. Percaya atau tidak hampers ini ada karena kita ada, terlepas yang memberikannya adalah keluarga, kerabat, orang-orang yang tidak kita kenal, atau mungkin sebenarnya juga adalah kado dari Tuhan.

Hampers sebagaimana hampers, ia ada karena kita ada.

 

Apakah Hampers Sebaiknya Dibalas Hampers?

Kendati naif namun bisa saja hampers yang dikirim tersebut memiliki muatan politik didalamnya, namun hal semacam ini adalah hal yang kemungkinan terjadinya kecil sekali. Mengapa? Karena kita harus tahu bahwasanya masyarakat Indonesia memang sejatinya ramah, baik, dan suka memberi. Jadi lebih baik pemahaman seperti kita kesampingkan terlebih dahulu.

Permasalahan politik dalam hampers ini juga bisa menjadi sarana yang bagus untuk menilai karakteristik seseorang. Sebab dikemudian hari kita dapat mengetahui dengan pasti apakah hampers tersebut diberikan secara pamrih atau tidak.

Namun jikalau ingin memberikan hampers kembali maka tentu itu tidak masalah, malah itu akan menjadikan ikatan kekeluargaan serta persaudaraan menjadi lebih baik, dan selanjutnya bisa menjadi alasan terjalinnya ukhuwah yang kuat, apalagi terciptanya toleransi.

Pertanyaan ini lebih baik menjadi permasalahan personal dan tidak memaksa diri sendiri, sebab tidak semua hampers bisa dibalas hampers sebab terhalang dana. Hampers tersebut bisa dibalas dengan cara yang berbeda, misalkan dengan tetap berlaku baik terhadap sesama.

Artikel Ini Merupakan Hampers Untukmu

Seperti yang saya katakan sebelumnya, hampers dibatasi sebagai sebuah bingkisan yang ada didalam keranjang yang umumnya berisi barang-barang, hal tersebut menjadikan hal-hal selainnya tidak mendapatkan makna yang serupa.

Padahal banyak juga yang sebenarnya bisa kita sebut sebagai hampers kendati memiliki keranjang yang berbeda. Sebab tentu saja nilai suatu pemberian bisa kita lihat dengan apa yang diberikan sebagai lambang keberhargaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun