Mohon tunggu...
Didi Widyo
Didi Widyo Mohon Tunggu... Administrasi - ASN Pendidik

Pendidik, Trader

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menjadi Pemimpin Transformasional di Perguruan Tinggi

9 Oktober 2015   18:46 Diperbarui: 10 Oktober 2015   07:09 1221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

[caption caption="Mereka Pemimpin Transformasional?"]

[/caption]

 

Para peneliti sepakat bahwa kepemimpinan transformasional terkait erat dengan etika dan moral, sehingga seorang pemimpin transformasional harus diukur seberapa jauh pemimpin tersebut memiliki karakter yang sesuai etika dan moral yang berlaku termasuk misi dan atau program yang dijalankan.

Bass*) dan koleganya mengindentifikasi empat faktor yang mewakili komponen-komponen perilaku kepemimpinan transformatif, yaitu:

  1. pengaruh yang diidealisasikan melalui sifat-sifat dan perilaku;
  2. motivasi inspirasional;
  3. stimulasi intelektual; dan
  4. perhatian yang diindividualisasikan.

Sifat-sifat pengaruh yang diidealisasikan muncul ketika para karyawan mengidentifikasi dan berusaha menandingi para pemimpinnya yang dipercaya dan dilihat sebagai orang yang memiliki misi dan visi yang dapat dicapai. Perilaku pengaruh yang diidealisasikan merujuk kepada perilaku pemimpin yang berakibat pada bawahannya untuk mengidentifikasi para pemimpinnya dan ingin berusaha sepertinya dan bahkan lebih baik.

Motivasi inspirasional berhubungan dengan pengaruh yang diidealisasikan. Ini mengimplikasikan bahwa para pemimpin memiliki cara untuk memotivasi dan menginspirasikan bawahannya dan orang-orang di sekitarnya dengan memberikan makna dan tantangan pada pekerjaannya.

Stimulasi intelektual muncul ketika para pemimpin mendorong bawahannya untuk menjadi kreatif dan inovatif dengan mempertanyakan asumsi-asumsi, mengkonstruksikan kembali permasalahan-permasalahan, dan mencari solusi dengan cara-cara yang baru.

Perhatian individual muncul ketika para pemimpin menghubungkan para pengikutnya secara personal untuk memahami tujuan-tujuan dan mengembangkan keterampilan atau keahlian. Para pemimpin memperlihatkan ciri perhatian individu masing-masing bawahan sebagai seorang individu dan memberi perhatian pada kebutuhan-kebutuhan unik, serta kemampuan yang harus dikembangkan. Mereka juga memperhatikan perkembangan individu dan pertumbuhan kebutuhan-kebutuhannya. Para pemimpin yang memperlihatkan perhatian yang diindividualisasikan adalah pelatih dan penyelia.

Secara umum pemimpin transformasional menampakkan motivasi inspiratifnya dengan cara mengartikulasikan harapan-harapan tinggi kepada para bawahannya. Mereka mengkomunikasikan isu-isu penting dengan cara sangat sederhana dan menggunakan simbol-simbol agar fokus dalam pencapaian kinerja. Mereka juga memperlihatkan determinasi-diri dan komitmen kepada pencapaian tujuan-tujuan dan menghadirkan pandangan masa depan yang optimistik dan bisa dicapai.

 

[caption caption="How Transformational Leadership Work"]

[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun