Mohon tunggu...
Mayang NCD
Mayang NCD Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Mencoba menuangkan isi pikiran dengan tulisan, berharap pembaca memiliki pandangan yang sama.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Perangi Cyber Harassment di Era Digital, Mahasiswa KKN UPI Mengedukasi Remaja Perempuan Cibangkong dalam Menghadapi dan Mencegah Cyber Harassment di Media Sosial

7 Agustus 2022   00:03 Diperbarui: 4 September 2022   13:54 158 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi pribadi : @mayangncd

Pengguna media sosial terus meningkat setiap harinya, hampir semua orang memiliki media sosialnya masing-masing. Hal tersebut membuka peluang terjadinya kekerasan berbasis gender online (KBGO) terutama terkait cyber harassment atau pelecehan di dunia maya. 

Di Indonesia kasus cyber harassment terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan riset pada 5.900 sampel dan hasil dari riset tersebut mengatakan ada sekitar 49 persen netizen pernah menjadi sasaran bullying di media sosial (Pratomo, 2019).

Mayang Nur Cahya Dewi, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia berkesempatan melaksanakan kegiatan KKN Tematik di RW 08 Kelurahan Cibangkong Kecamatan Batununggal Kota Bandung. Tema KKN UPI tahun ini adalah Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG's Desa dan MBKM. 

Setiap kelompok KKN UPI diberikan satu tema yang mendukung keberjalanan program SDGS's Desa. Untuk Kecamatan Batununggal, saya dan kelompok mendapat tema untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan di Kelurahan Cibangkong. Dalam proses perencanaan, saya dan kelompok dibimbing oleh Ibu Dr. Welsi Damayanti, M. Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Menurut Sekretaris PKK RW 08 Kelurahan Cibangkong, Ibu Diah Rachmawati beliau menyampaikan bahwa SDM perempuan di wilayah RW 08 yang penting untuk di edukasi adalah para remaja perempuan. Beliau melihat bahwa di media sosial saat ini  lebih banyak memberikan efek negatif kepada remaja sehingga beliau merasa khawatir jika para remaja perempuan di wilayah RW 08 terbawa arus negatif dari perkembangan media sosial.

Berdasarkan masukan tersebut, dalam perencanaan program dilakukan penyebarkan kuesioner kepada 8 orang remaja perempuan berusia 13-17 tahun di RT 01 dan 02 RW 08 mengenai pengalaman mereka menerima komentar atau pesan negatif dan tidak senonoh di media sosial. 

Hasil responden menunjukkan 62,5% responden pernah menerima komentar atau pesan negatif dan tidak senonoh, lalu sisanya 37,5% responden tidak pernah menerima komentar atau pesan serupa. Terdapat 3 reponden yang menuliskan pengalamannya menerima komentar atau pesan negatif dan tidak senonoh dari media sosial pribadinya seperti berikut :

"Pernah ketika saya sedang live instagram bersama teman sekolah tiba tiba ada orang asing yg tidak di kenal ingin bergabung karna saya pikir itu orang yang iseng doang ingin ikut live jadi saya ijinkan dia untuk bergabung dan setelah bergabung di luar dugaan dia malah memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak diperlihatkan oleh perempuan dan saya langsung mematikan live karna shock dan tiba tiba ada dm yg masuk dan ketika di lihat ternyata orang itu mengirim kan foto bagian tubuh yg diperlihatkan ketika live tadi." tulis ZC salah satu responden.

"Aku buat secreto waktu itu. Ada satu org komen kek melecehkan gitu lah. Intinya dia komen kek aku pernah havi** s** sm dia. HAHAHA." tulis APW salah satu responden.

"Pernah mendapat kata kata yg termasuk mengejek fisik seperti ihh pendek ihh pendek, udh pendek bibir gede lagi kaya monyett." tulis RHA salah satu responden.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan