Novel

Antara Cinta dan Nafsu

25 September 2018   18:36 Diperbarui: 25 September 2018   18:58 541 0 0
Antara Cinta dan Nafsu
ilustrasi pribadi

Bab 1 Persahabatan Nirmala dan Lembayung

--

Satu hati dan satu jiwa, Nirmala dan Lembayung adalah sahabat yang tidak pernah terpisah. Dari SD mereka selalu bersama. Bukan hanya sebagai teman main dirumah, Nirmala dan Lembayung memilih Sekolah bersama. Nirmala disapa Nirma, gadis yang cantik dengan kulit putih, berbeda dengan Lembayung yang biasa dipanggil Uyung, kulit Uyung sawo matang dan memiliki wajah yang biasa saja. Nirma hanya anak seorang Pedagang, sedangkan Uyung anak seorang Guru.

Rumah Uyung lebih mewah dari  rumah Nirma, tapi kehidupan Nirma lebih berkecukupan, sedangkan kehidupan Uyung sangat kekurangan karena orantuanya terlilit hutang di Bank, dengan menggadaikan SK untuk membeli rumah dan mobil. 

Uyung dan Nirma sudah duduk dikelas 8, kelas 2 SMP masih sangat belia, tapi mereka sudah merasakan artinya jatuh cinta. Nirma menyukai Dirman, dan Uyung menyukai Rendra. Nirma begitu mudah mendapatkan cinta Dirman, karena Dirmanpun jatuh hati pada Nirma. Berbeda dengan Uyung, cintanya bertepuk sebelah tangan. Rendra laki-laki tampan dan pandai, Rendra banyak dikagumi teman sekelasnya karena pendiam dan pandai. Beda dengan Dirman, dia lebih gaul dan berpenampilan necis.

Cinta monyet bagai bunga mekar yang belum sempurna, cinta  mereka tumbuh tanpa peduli usia dan batasan. Yang mereka rasakan hanya sebuah cinta yang menimbulkan kerinduan dan hasrat yang menggebu-gebu. Keluarga Nirma sangat menjaga Nirma, namun kebohongan Nirma membuat orangtua Nirma lengah. Nirma sering mengajak Uyung untuk menemui Dirman, agar tidak dicurigai orangtuanya. Uyung yang masih lugu hanya bisa memenuhi keinginan Nirma, bagi Uyung adalah kebahagian dan kesenangan Nirma lebih utama. Uyung menilai cinta tidak pernah salah, semua bisa merasakan cinta yang timbul begitu saja.

Sayangnya, teman-teman Nirma tidak setuju dengan hubungan Dirman dan Nirma. Mereka menilai Dirman adalah anak berandalan. Tapi bagi Nirma, cinta sudah membutakan hatinya. Rayuan Dirman, dan cinta yang di ucapkan Dirman, tidak membuat hati Nirma goyah untuk terus menjalin kasih dengan Dirman.

Nirma merasa tidak enak hati pada Uyung, Nirma merasa kasihan melihat Uyung menemaninya pacaran, dan sering duduk sendirian. Nirma berusaha menjodohkan pilihan hati Uyung, yaitu Rendra. Nirma nekad menyampaikan perasaan Uyung pada Rendra, saat Rendra sedang bersama temannya.

"Ren, aku mau bicara," ucap Nirma serius.

"Mau bicara apa? disini saja! jam masuk sebentar lagi!" jawab Rendra sangat angkuh.

"Hemmm sombong banget! ada salam tuh!" ucap Nirma.

"Salam? siapa?" tanya Rendra heran.

"Salam dari Uyung, dia suka sama kamu tuh!" kamu mau gag makan bakso bareng kita?" tanya Nirma.

Uyung yang dari tadi mencari Nirma, akhirnya menemukan Nirma yang sedang bicara dengan Rendra. Uyung berjalan ingin menghampiri Nirma, langkahnya terhenti ketika mendengar Rendra menghinanya, Nirma tidak menyadari Uyung dibelakang Nirma.

"Uyung titip salam? suka sama saya? makan bakso? hahahahah, ada-ada aja kamu! sampaikan pada Uyung, tidak perlu titip salam, dan sampaikan aku tidak suka dengannya!" jawab Rendra sambong.

"Sombong banget sih kamu!" ucap Nirma.

"Sombong? bukannya aku sombong! yang cantik saja aku tolak! apalagi dia!" ucap Rendra angkuh.

Teman-teman Rendra ikut menertawakan Nirma dan membela Rendra.

"Buahahahahah, Uyung yang hitam jelek itu? naksir rendra? suruh ngaca dulu deh itu anak ya!" ucap Salim membela Rendra.

"Gag tahu tuh, aneh-aneh saja!" ucap Rendra.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2