Mohon tunggu...
Mawan Sidarta
Mawan Sidarta Mohon Tunggu... Abah (Bah Mrono, Bah Mrene 😁💪👊)

Usaha kecil-kecilan di rumah. E-mail : mawansidarta@yahoo.co.id atau mawansidarta01@gmail.com https://www.youtube.com/channel/UCW6t_nUm2OIfGuP8dfGDIAg https://www.instagram.com/mawansidarta https://www.facebook.com/mawan.sidarta https://twitter.com/MawanSidarta1

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

"Kolak Ayam" dan Pasar Bandeng Jadi Tradisi Unik Akhir Ramadan di Gresik

9 Mei 2019   12:33 Diperbarui: 9 Mei 2019   12:50 0 3 1 Mohon Tunggu...
"Kolak Ayam" dan Pasar Bandeng Jadi Tradisi Unik Akhir Ramadan di Gresik
Sanggring (kolak ayam)(dok.pri)

Dalam Agama Islam seperti yang diajarkan oleh Yang Mulia Rasulullah Muhammad SAW, menerangkan bahwa hari-hari dalam bulan suci Ramadan terbagi menjadi 3 tahap yakni 10 hari pertama merupakan hari-hari atau bulan penuh rahmat, 10 hari kedua merupakan bulan penuh maghfirah dan 10 hari terakhir merupakan bulan penuh ampunan dimana kaum muslimin dan muslimat yang dengan ihlas menjalankan ibadah puasa Ramadan akan dibebaskan dari sengatan api neraka (itkum minannar)(1). 

Pada 10 hari yang terakhir itu Nabi Muhammad SAW berpesan agar umat Islam yang sedang berpuasa semakin meningkatkan kualitas ibadahnya. Antara lain dengan mengerjakan sholat malam, tadarus (membaca) Al-Qur'an, berdzikir dan iktikaf dalam masjid, bersedekah dan berikhtiar untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar serta mengerjakan amal kebaikan lainnya.

Ajaran Rasulullah tentang betapa pentingnya pelaksanaan ibadah di 10 hari terakhir bulan suci Ramadan itu juga diamalkan oleh seluruh umat Islam di muka bumi ini tak terkecuali oleh masyarakat (umat Islam) yang ada di Kota Gresik, Jawa Timur.

Kota Gresik di Jawa Timur selama ini dikenal sebagai kota santri. Itu tak berlebihan karena memang di kota yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa itu banyak kita temukan pondok pesantren. Dari aspek kesejarahan, juga cukup banyak kita temukan pusara (makam) para pejuang Islam (waliyullah) di kota yang kondang dengan industri semennya itu. 

Tak ubahnya kota-kota lain di berbagai penjuru tanah air, di mana pada setiap Bulan Ramadan selalu dibanjiri dengan berbagai aktivitas ibadah dan tradisi maka di kota yang ngehits karena kue pudaknya itu juga memiliki tradisi unik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Ada beberapa tradisi unik di Kota Gresik yang tetap terpelihara secara turun-temurun hingga saat ini, yaitu tradisi malam 23 Ramadan, malam selawe dan tradisi pasar bandeng pada malam 27 dan 29 Bulan Ramadan. 

Bermunajad untuk mendapatkan Lailatul Qadar (disbudpar Gresik)
Bermunajad untuk mendapatkan Lailatul Qadar (disbudpar Gresik)
Tradisi malam selawe (malam 25 Ramadan) secara rutin digelar di lingkungan kompleks makam Sunan Giri, Kebomas -- Gresik. Pada malam itu para peziarah berdoa dan bermunajad dengan melakukan istigosah untuk mendapatkan malam yang lebih mulia dari 1000 bulan (Lailatul Qadar)(2). 

Dua tradisi lainnya yakni malam 23 dan pasar bandeng (malam 27) sempat melambungkan nama Kota Gresik di kancah nasional bahkan menjadi percaturan masyarakat dunia.

Pada malam 23 Ramadan digelar tradisi buka bersama dengan menu Sanggring atau kolak ayam yang secara rutin dilaksanakan di halaman Masjid Sunan Dalem, Desa Gumeno, Bungah -- Gresik. Sementara itu untuk gelaran pasar bandeng biasanya diadakan di kawasan jalan Samanhudi - Gresik.

Tradisi berbuka puasa bersama dengan menu Sanggring (kolak ayam)

Acara berbuka puasa bersama dengan menu Sanggring atau kolak ayam merupakan tradisi rutin masyarakat Desa Gumeno, Bungah -- Gresik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x