Mohon tunggu...
Mawalu
Mawalu Mohon Tunggu...

Mawalu

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia & Amerika

18 Desember 2014   05:25 Diperbarui: 19 September 2016   21:17 1543 17 11 Mohon Tunggu...

Setiap kali ajang pesta demokrasi pilpres diseluruh belahan dunia ini selalu saja tak luput dari praktik-praktik politik busuk yang dihidangkan dengan hangat dan masih mengepul diatas meja perjamuan panggung pentas politik.

Praktik politik busuk semasa pilpres menerjang siapa saja tanpa ampun, siapapun orangnya, siapapun calon kandidat Presiden yang akan tampil di atas pentas panggung politik untuk mematikan deru laju langkah sang kandidat menuju kursi orang nomor satu.

Presiden United States of America saat ini, Barrack Obama, pun pernah merasakan sakitnya ulu hatinya akibat ditikam politik busuk yang menerjang dirinya tanpa ampun ketika akan maju menjadi Presiden di negara Super Power itu.

Barrack Obama diisukan beragama Islam, agama yang sudah terstigma secara paten di alam bawah sadar mayoritas rakyat Amerika sebagai agamanya Osama Bin Laden yang telah meluluh lantakan WTC sehingga menimbulkan kengerian yang mencekam dalam sanubari warganegara Amerika terhadap Islam sampai detik ini.

Tim Sukses Hillary Clinton pun memanfaatkan isu ini dengan sedemikian liciknya bahwa Barrack Obama harus dijegal jangan sampai jadi Presiden karena ia beragama Islam.

Bukan hanya agamanya saja yang diserang, akan tetapi juga warna kulitnya Obama pun diserang tanpa ampun. Orang Afrika dianggap tak layak memimpin Amerika karena masih dianggap sebagai bagian dari bangsa perbudakan dimasa lalu.

Selain agama dan warna kulitnya Obama, status kewarganegaraannya pun diserang tanpa ampun. Tim Sukses Hillary Clinton gencar membius alam bawah sadar rakyat Amerika bahwa Obama bukan orang Amerika karena Obama lahir di Indonesia, negara Islam terbesar di Asia Tenggara tempat lahirnya The Smiling Murder Amrozy cs. Negara kelahiran orang tuanya Obama pun diangkat ke permukaan karena lahir di Kenya.

Para kelompok konservatif yang sudah gerah dan tak nyaman dengan kharismanya Barrack Obama yang menyihir dunia kala itu secara gencar dan massive terus menyerang pria kurus berwajah tirus itu tanpa ampun. Mereka bahkan menuding Obama adalah mantan pemakai narkoba, homoseksual, dan negro.

Namun bagaimanapun juga, Man Proposed God Disposed. Manusia boleh merencanakan, akan tetapi Tuhan yang menentukan. Garis tangan dan takdir seseorang ditentukan oleh Sang Khalik, Pencipta langit dan bumi.

Sekalipun dihantam bertubi-tubi dengan praktik politik busuk untuk menjegal deru laju langkahnya menjadi orang nomor satu di Amerika, Barrack Obama sukses melenggang maju menuju Gedung Putih di Washington DC dan duduk di singgasana kursi orang nomor satu dinegaranya Guns 'n Roses itu sampai detik ini.

10 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2000 yang silam, McCain sebagai kandidat Presiden Amerika pun pernah tumbang kelimpungan terkapar tak berdaya akibat dihantam Black Campaign yang diserang secara massive, terstruktur dan terencana oleh Tim Sukses George W. Bush.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x