Mohon tunggu...
Mawaddah Haruman Nuryusuf
Mawaddah Haruman Nuryusuf Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tren Gaya Hidup Selebriti Masa Kini: Hedonisme yang Dibangun dari Media Sosial

8 Desember 2021   13:29 Diperbarui: 8 Desember 2021   13:52 1664
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Perilaku konsumtif sebenarnya memiliki dampak baik bagi ekonomi negara. Perilaku konsumtif dapat menumbuhkan perekonomian negara, tidak hanya memiliki dampak baik, perilaku konsumtif juga memiliki dampak buruk yaitu dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial.

Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat setelah krisis keuangan 1998, dengan konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama. Namun, menurut penilaian Bank Dunia tahun 2015, hanya 18-20% penduduk Indonesia yang menikmati kemajuan ekonomi negara. 

Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang mengonsumsi banyak hal dan tinggal terutama di kota-kota. 

Karena pendidikan masyarakat ini berkualitas sangat baik, mereka memiliki kesempatan lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi. 

Ini adalah kategori pelanggan paling dominan di pasar, berkat gaji mereka yang tinggi. Mereka tidak hanya mengonsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk memamerkan gaya dan status sosial mereka.

Mereka menghabiskan uang mereka untuk membeli barang-barang mewah, berlibur ke luar negeri, dan kuliah di universitas bergengsi. 

Jumlah konsumen di Indonesia akan terus meningkat, dari 85 juta pada tahun 2020 menjadi 135 juta pada tahun 2030, dengan asumsi tingkat pertumbuhan PDB sebesar 5-6 persen setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan konsumsi dilakukan demi menjalani pola hidup sehat. 

Namun, tidak semua orang bisa menghargai cara hidup hedonis seperti itu. Orang-orang yang kesulitan mengakses sumber daya dan prospek kerja yang layak, akan semakin dikucilkan secara sosial.

Mengapa tidak semua orang memiliki akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi?

Banyak keadaan yang dapat mempersulit untuk memperoleh sumber daya dan prospek ekonomi. Kondisi awal individu saat lahir adalah salah satu kriteria yang diidentifikasi dalam laporan Bank Dunia. 

Banyak orang Indonesia lahir dalam keluarga miskin dan tinggal di tempat terpencil yang jauh dari fasilitas dasar seperti sekolah, rumah sakit, dan perlindungan sosial. Peluang mereka untuk meningkatkan standar hidup mereka terganggu oleh keadaan kelahiran mereka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun