Mohon tunggu...
Maulita Indriana
Maulita Indriana Mohon Tunggu... Apoteker - Apoteker

BBPOM di Banjarmasin

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Waspada Hoaks Obat dan Makanan

18 Agustus 2018   13:45 Diperbarui: 18 Agustus 2018   13:48 747
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Maraknya pemberitaan di dunia maya beberapa waku lalu yang mengisukan tentang pencantuman kode E471 pada label suatu produk minuman, langsung ditanggapi serius oleh masyarakat dengan mengartikan bahwa minuman tersebut mengandung babi. Pesan berantai ini tersebar ke media sosial, masuk dari WAG 1 ke WAG lainnya. Seyogyanya, kode E471 adalah kode Bahan Tambahan Pangan Emulsifier yang telah terbukti aman dan secara resmi disetujui di negara Uni Eropa. Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa kode E tidak ada hubungannya sama sekali dengan bahan kandungan babi dan untuk produknya sendiri telah terdaftar resmi di Badan POM. 

Sebagai konsumen cerdas, kita seharusnya tidak menelan bulat-bulat apa saja yang dilihat, didengar dan ditonton melalui media. Informasi yang diterima disaring, dicermati dan dicari kebenarannya. 

Khusus obat dan makanan, di manakah masyarakat dapat memperoleh informasi terpercaya dan terjamin legalitasnya? Pastikan Badan POM jawabannya. Di Badan POM tersedia informasi seputar obat dan makanan yang akurat, benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Info ini akan sangat membantu menjawab berita miring yang simpang siur di kalangan masyarakat luas, yang sebetulanya hoaks semata. 

Hoaks semestinya disikapi secara bijak. Dunia berada dalam genggaman kita. Setiap hari kita tidak pernah terlepas dari media sosial dan internet sehingga akan banyak sekali informasi yang masuk ke dalam pikiran dan diolah berdasarkan cara pandang, persepsi dan pemahaman masing-masing. 

Media sosial sangat berperan dalam mengisi otak masyarakat dengan berita-berita yang disajikan. Karena itulah masyarakat sebagai pengguna media harus kritis, peduli dan turut juga bertanggungjawab atas beredarnya isu obat dan makanan yang hilir mudik hadir di tengah-tengah masyarakat. 

Informasi obat dan makanan yang benar harus digali sedalam- dalamnya supaya dapat mengimbangi isu panas yang seolah-olah benar terjadi padahal hoaks belaka. Isu panas tersebut sengaja dilepas oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang memiliki tujuan dan kepentingan tertentu. 

Walaupun sebagian masyarakat menganggap bahwa hoaks adalah masalah sepele, namun sebenarnya hoaks dapat menimbulkan berbagai pengaruh negatif diantaranya yaitu membuat resah masyarakat, pengalihan isu dan pembohongan publik serta dapat menimbulkan perpecahan. Sebagai warga negara yang baik, isilah kemerdekaan dengan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. 

Hendaknya kita juga memgambil posisi dan berperan dalam mencerdaskan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pemahaman bagaimana agar masyarakat dapat memfilter suatu informasi dengan baik dan benar, serta secara tidak langsung  turut mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menggunakan media sosial secara bijak. Kita dapat menjadi partner Pemerintah dalam menyebarkan informasi apapun yang benar dan jelas untuk kepentingan masyarakat luas. 

Terkait informasi obat dan makanan yang dapat diperoleh dari Badan POM melalui akun media sosial maupun websitenya, informasi tersebut dapat kita bagikan di masing-masing akun sosial media kita baik facebook, instagram, twitter, atau menyebarkannya di media online dan WAG. Diharapkan berita positif yang kita share akan menjadi penetral berita negatif yang beredar secara berantai yang tidak diketahui asal usul beritanya. 

Berikut beberapa tips untuk menghindari informasi hoaks obat dan makanan yaitu : 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun