Mohon tunggu...
Edukasi

Trauma, Kondisi di Mana Seseorang Mengalami Ketakutan

6 Mei 2019   22:55 Diperbarui: 6 Mei 2019   23:33 0 8 2 Mohon Tunggu...

3 tahun yang lalu tepat dibulan Ramadhan sekitar pukul 17.00 aku mengalami kecalakaan dipertigaan dekat rumahku, waktu itu jalanan memang sangat ramai banyak warga yang memburu takjil ataupun makanan untuk berbuka puasa. Aku masih ingat, dulu aku pergi untuk membeli perlengkapan MOS (Masa Orientasi Siswa).

Aku mengendari sepedah motor dengan tenang, pelan numun ketika aku mau belok ke kanan ada ibu-ibu dari arah berlawanan melaju sangat kencang dengan membunyikan klaksonnya. Aku kaget banget dengan spontan aku mengegas dan akhirnya kecelakaan, kecelakaannya memang tidak parah aku hanya luka dibagian kaki dan mulut. Tapi sepedah motorku yang rusaknya cukup parah.

Dari kecelakaan itu aku masih takut untuk mengendarai sepedah motor kembali, rasanya campur aduk, takut, gemetar.  Ketika aku mendengar bunyi klakson disaat itu juga aku teringat dengan kecelakaan 3 tahun yang lalu. Mungkin bisa dibilang "trauma" dan hingga saat ini aku masih belum bias menghilangkan rasa takut (trauma) untuk mengendarai sepedah motor.

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan namanya "trauma", pengertian trauma sendiri adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketakukan atau yang membuat dirinya merasa terancam. Penyebab trauma itu biasannya kerana kecelakaan sama seperti yang aku alami, bias juga karena terjatuh.Lalu gimana peran konseling traumatic dalam mengatasi masalah diatas?

Ada 3 tahap dalam konseling traumatic, yaitu : 

a. Tahap awal : tahap ini terjadi ketika klien bertemu untuk pertama kalinya dengan konselor

b. Tahap Pertengahan : tahap ini terjadi ketika klien menjelaskan tentang trauma yang diamalin oleh klien

c. Tahap Terakhir : tahap ini terjadi ketika klien sudah ada kemajuan atau perubahan sikap yang positif dari masalah yang dialaminya.