Mohon tunggu...
Kabar Marhaenis
Kabar Marhaenis Mohon Tunggu... Menulis Itu Seni

Sastra

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ketika Manusia Bersekutu dengan Setan

13 Februari 2020   14:42 Diperbarui: 13 Februari 2020   17:32 15 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Manusia Bersekutu dengan Setan
www.ville-rinxent.fr

Melihat dari sudut pandang spiritualitas, keesaan Tuhan tak dapat dibantah dengan menggunakan akal pikiran manusia.

Sebab sejatinya, kalau mau berbicara soal spiritualitas, tentunya akal manusia sulit untuk menjangkaunya, karena ia lebih banyak menggunakan pola pendekatan mata batin.

Bahkan dengan menggunakan ilmu filsafatpun sulit untuk menemukan sebuah kebenaran pada dasarnya Tuhan itu Esa.

Poin pentingnya adalah tidak ada lagi perdebatan tentang keesaan Tuhan oleh manusia dimuka bumi ini dari sudut pandang apapun.

Semua manusia Mahkluk ciptaan Tuhan, memiliki kesamaan derajat, harkat, dan martabatnya. Dimata Tuhan, semua manusia itu sama.

Tidak ada orang kaya, orang miskin, Bupati, tukang becak, DPR, Nelayan miskin, ataupun petani kecil dimata Tuhan, namun dunia menggunakan strata sosial itu untuk megkotak-kotakkan antara manusia yang satu dengan yang lainnya.

Lambat laun, manusia lupa akan derajat dan kodratnya sebagai mahkluk sosial yang membutuhkan satu dengan yang lainnya. Dalam otak manusia terobesi untuk saling beradu dan berkompetisi dalam memperebutkan strata sosial.

Dampak dalam memperebut strata sosial dalam masyarakat, harkat dan martabat manusiapun direndahkan. Nafsu yang menguasai diri manusia yang sulit dibendung, akibatnya manusia harus saling menghina, mencaci maki, menindas, bahkan membunuh antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.

Peristiwa ini dari hari kehari dan dari waktu kewaktu semakin mewabah dan memenjara pikiran manusia. Hakekat manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang paling mulia mengalami kemerosotan.

Kini keagungan manusia sebagai mahkluk mulia telah diganti dengan emas, permata, uang, dan jabatan. Bahkan manusia sendiri menjatuhkan harkat dan martabatnya.

Lalu dimanakah posisi Tuhan ketika manusia jatuh kedalam dosa akibat kesalahan manusia itu sendiri?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x