Mohon tunggu...
Mas Nawir
Mas Nawir Mohon Tunggu... Wiraswasta/Penulis lepas

Vlogger Blogger Youtuber

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Pengumuman K-Rewards, Anda Ada di Peringkat Berapa?

5 Februari 2020   22:48 Diperbarui: 5 Februari 2020   23:01 113 12 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengumuman K-Rewards, Anda Ada di Peringkat Berapa?
Ilustrasi dok. Kompasiana

Pengumuman Peraih K-Reward+ Januari 2020, Anda Ada di Urutan ke Berapa?

Baru saja admin Kompasiana mengumumkan peraih K-Reward+ Januari 2020. Serasa ada bahagia yang membuncah. Di antara para peraih K-Reward+ tertera nama saya di deretan ke-46.

Bukan jumlah nominalnya yang menjadi perhatian, tapi meningkatnya peringkat dari ke-93 bulan sebelumnya menjadi ke-46 bulan Januari tahun ini sungguh prestasi yang tak terduga.

Awalnya sudah pesimis, beberapa puluh artikel yang saya tulis untuk Kompasiana tak tak masuk kategori pilihan, bahkan saat saya mengecek ke browser dengan kata kunci judul artikel pun tak muncul.

Apalagi hari ini ratusan member baru hadir mempersembahkan tulisan dengan muatan luar biasa. Lebih menarik, lebih aktif, dengan muatan yang lebih lengkap.

Sepertinya proses belajar menulis saya memang masih terus dilanjutkan. Mencoba menuangkan intuisi dalam bait-bait kalimat yang kadang terasa sembarangan dan banyak typo.

Beberapa artikel saya bisa tayang dengan tambahan editing dari admin. Ada kata ejaan yang salah, kurang jeli menempatkan label, dan gambar  yang tak seharusnya muncul menjadi koreksi besar buat saya.

Bersaing dengan ribuan artikel yang lebih menarik dan sarat makna di Kompasiana memang memerlukan perjuangan tersendiri. Kelengkapan informasi juga dibutuhkan dalam menulis sebuah artikel. Dan yang paling penting, pesan universal yang bisa diterima akal dan uraian yang lebih bersifat umum menjadi catatan tersendiri bagi saya.

Banyak hal yang bisa dipetik dari pengumuman hari ini, bahwa semua Kompasianer tak bisa serta merta meminta agar artikelnya bisa tayang di konten pilihan. Semua berjalan sesuai peringkat yang telah dibuat oleh google. Maka admin pun menilainya berdasar page view bukan berdasar berapa yang sudah melihat.

Bagi saya peringkat itu sebenarnya tak terlalu penting. Sebab Kompasiana ibarat medan laga untuk mengasah kemampuan berpikir, kemudian lahir lewat tulisan yang terkadang tak mudah untuk dipahami oleh para pembaca.

Saya juga sering melihat tulisan saya sendiri yang terkadang terlihat kacau. Paragraf demi paragraf memang tersusun secara baik. Tapi penulisan skema masalah yang dikehendaki kadang berantakan dan tidak berurutan.

Hari ini dan selanjutnya saya akan terus belajar dan belajar. Belajar menulis dari membaca karya para Kompasianer yang luar biasa.

Ide menarik itu akan terus datang dengan membaca, dan tertuang dalam tulisan untuk saling melengkapi ide.

Tapi sungguh, saya sangat bersyukur masih bisa menulis di antara kegiatan saya sebagai pedagang siomay yang padat. Apalagi ada media yang tepat untuk menuangkan ide dan dari sini saya mendapatkan banyak kawan dari berbagai bidang ilmu.

Semoga ini menjadi lecutan spesial agar saya lebih aktif lagi, lebih banyak menulis lagi, tentu dengan kualitas yang lebih baik.

Terima kasih Kompasiana...

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x