Mohon tunggu...
Mas Nawir
Mas Nawir Mohon Tunggu... Wiraswasta/Penulis lepas

Vlogger Blogger Youtuber

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Masih Punya Suami Sah, tapi Memiliki Anak dengan Orang Lain

22 Januari 2020   20:26 Diperbarui: 22 Januari 2020   20:57 17 3 0 Mohon Tunggu...
Masih Punya Suami Sah, tapi Memiliki Anak dengan Orang Lain
Ilustrasi pixabay 

Memang tak mudah menjaga Cinta. Apalagi bila ekonomi goyah. Terlebih pasangan muda yang menikah karena terpaksa.

Sebut saja Nina (bukan nama sebenarnya), ia gadis yang cantik. Karena kurangnya pengawasan orang tua, ia tergelincir dalam pergaulan bebas.

Bangku Kelas III di sekolahnya terpaksa harus ia tinggalkan karena perutnya telah membuncit berisi janin dari teman sekelasnya. Akhir tahun yang ia rayakan bersama teman-teman sekelasnya menjadi sarana praktek hubungan terlarang. Pacarnya berhasil memperdayanya, dan ia hamil di luar nikah.

Ayahnya seorang sopir mobil box pengantar es krim, yang penghasilannya tak menentu. Sementara ibunya hanya ibu rumah tangga biasa yang harus berjuang mengirit biaya agar keluarga tetap bisa makan.

Apa boleh buat, Nina harus dinikahkan paksa pada seorang lelaki yang tergolong masih bocah. Hanya upacara akad sederhana tanpa undangan pernikahan. Dan hanya dihadiri oleh tamu kerabat kedua keluarga.

Usia sepantar, secara psikologi memang belum matang. Pasangan muda yang masih menggantungkan hidup pada orang tua ini harus menerima beban mengasuh dan membesarkan anak.

Perkawinan anak-anak ingusan ini tak berlangsung lama.

Perselisihan kecil sering terjadi. Dan membuat Joko (nama suami Nina ), terkadang tak pulang entah tidur di mana.

Untuk menyambung hidup Nina bekerja sebagai sales minuman kaleng yang beroperasi di seputaran pelabuhan dan pangkalan truck di Semarang. Pekerjaan yang penuh resiko pelecehan oleh para sopir ini terpaksa dilakoni Nina demi Pampers dan susu anaknya agar tetap terbeli.

Pekerjaan ini sebenarnya cukup prospektif. Dilihat dari kehidupan bos nya yang cukup mapan. Beberapa armada sudah bisa dibelinya. Rumah megah pun dimilikinya . Hanya dengan modal kaos seragam dan biaya makan siang, para seller minuman berkeliling menantang resiko dan mengalirkan pundi-pundi uang  ke pemiliknya.

Harga ninumaan Kaleng Rp. 4000/kaleng  dari toko. Oleh para seller dijual Rp.20.000 untuk satu paket berisi dua kaleng minuman.
Satu hari para gadis ditarget bisa menjual 20 paket dengan bayaran bersih Rp.80.000/hari.
Tak banyak memang. Tapi itu sudah bisa mencukupi biaya hidup Nina yang makin menjepit.

Dari sinilah awal mula permasalahan Nina. Seorang sopir truck memberikan perhatian lebih. Terkadang tanpa mengambil satu kaleng pun si sopir memberi beberapa ratus ribu ke Nina. Terkadang ia membeli beberapa kaleng, tapi tak mengambil barangnya. Sehingga Nina bisa menjualnya sebagai keuntungan pribadi.

Perhatian lebih ini membuat Nina jatuh hati dan berlanjut ke hubungan serius. Beberapa kali mereka pergi ke luar kota bersama. Sampai akhirnya keduanya bingung.

Lelaki yang menghamili Nina ini statusnya masih suami dari seorang perempuan yang tinggal di Yogyakarta. Nina sendiri masih memiliki suami yang sah. Si lelaki sebenarnya masih dalam proses cerai, sehingga saat akan mengurus surat nikah, ia harus menunggu sampai putusan cerai keluar dari pengadilan.

Sementara Nina hanya bisa pasrah, suaminya tidak mau membiayai perceraiannya.

Akhirnya diambil keputusan, lelaki yang menghamili Nina ini mau bertanggung jawab membiayai semua biaya perceraian Nina. Dan untuk menyelamatkan bayi yang dikandung Nina agar saat lahir mempunyai ayah, Nina dengan lelaki sopir truck itupun dinikahkan siri. Dengan bantuan seorang tetangga yang bekerja sebagai pengacara.

Sampai saat ini pun belum didengar kabar, apakah Nina sudah benar-benar diceraikan suaminya. Atau suaminya yang sekarang sudah bercerai dengan istri sahnya. Sementara anak mereka sudah tumbuh menjadi bocah lucu yang kini telah berusia 2 tahun...

Entahlah...

VIDEO PILIHAN