Mohon tunggu...
MJK Riau
MJK Riau Mohon Tunggu... Administrasi - Pangsiunan

Lahir di Jogja, Merantau di Riau

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Pak Jokowi Bangun Tol Langit, Pak Prabowo Buka Pintu Langit

28 Februari 2019   13:07 Diperbarui: 28 Februari 2019   13:31 362
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: cnnindonesia.com

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan kemajuan TI sudah merambah hampir seluruh sisi kehidupan. Wajar kalau beberapa negara maju sudah sampai pada isu industri 4.0. Namun kita tidak perlu terlalu risau mengenai hal itu. 

Sebagai gambaran sederhana ada yang bilanmg bahwa Jepang yang ipteknya sudah maju saja belum siap sekali bersaing dengan negara maju lainnya untuk masalah industri 4.0. Jepang bahkan mendorong terciptanya society 5.0.

Pengembangan industri 4.0 bukan suatu hal yang mudah karena menyangkut salah satunya tentang pengembangan Big Data. Hal tersebut diperlukan karena pengembangan indsutri ke depan akan berbasis internet. Nah dalam sesi Debat Capres ke dua sempat terjadi pembicaraan mengenai unicorn. Berkaitan dengan hal itu, beberapa hari setelah debat,  lebih jauh Bapak Cawapres memberikan gambaran bahwa Pak jokoWi akan membangun Tol Langit.  

Ada rahasia langit yang terkadang sulit untuk dimengerti. Ada juga informasi rahasia yang juga terkadang sulit dimengerti. Berikut merupakan gambaran bahwa suatu data terkadang sering sulit untuk dimengerti, apalagi itu menyangkut langit.

--

Dapat Big Bos baru energik, rasional. Begitu lihat laporan fisik keuangan 80 % fisik 25 % keuangan, Big Bos langsung bilang tinggal pakai sarung saja. Mengingat hal itu disampaikan di saat meeting dengan seluruh Bos dan karyawan, maka saya hanya diam saja. Saya tidak begitu kenal secara pribadi, namun karena kebetulan yang memberi masukan tentang hasil laporan adalah saya, maka saya mencoba untuk memberikan laporan itu kembali langsung di ruangan Big Bos.

Design ruangan nampak bergati. Big Bos lama sepertinya terkena info kalau settingan duduk membelakangi kaca berbahaya, apalagi di gedung  lantai 3. Ada yang bilang berasa mau jatuh ke luar kaca, kalau posisi kursi membelakangi kaca, design kursi dibuat membelakangi dinding yang kokoh. 

Namun Big Bos baru malah membuat design tempat duduknya sejajar dengan tempat duduk saya di ruangan, membelakangi kaca. Boleh juga nih, didekati secara personal, toh juga karena menyampaikan bahan kerja.

Realisasi fisik tidak selalu harus sama dengan realisasi keuangan. Namun realisasi fisik yang  kecil dari realisasi keuangan dapat menjadi indikator bahaya dalam pelaksanaan pekerjaan. Ada pun realisasi fisik yang besar dari realisasi keuangan dapat merupakan tanda kehati-hatian. Hal itu bukan merupakan problem besar, sepanjang rekening koran sama dengan laporan keuangan.  nah kalau rekening koran tidak sama dengan laporan keuangan, itu bisa jadi problem. Mungkin saja ada dana yang disimpan. Namun hal itu dapat ditelusuri. 

Pada prinsipnya realisasi keuangan yang jauh lebih kecil dari realisasi fisik itu menunjukkan kewenangan Big Bos dalam mengarrenge keuangan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan fisik masih besar.

Kayaknya Big Bos agak kaget, mendengar informasi hal itu dari saya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun