Mohon tunggu...
Sumarni
Sumarni Mohon Tunggu... Mahasiswa

UIN Raden Intan Lampung

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mengenal Asset and Liability Management (Alma) dan Melihat Perbedaan Alma pada Bank Syariah dan Bank Konvensional

23 Mei 2020   14:25 Diperbarui: 23 Mei 2020   14:26 16 0 0 Mohon Tunggu...


Bank pada dasarnya adalah lembaga intermediasi antara penabung dan investor. Nasabah menyimpan dana di bank karena percaya bank dapat memilih alternative investasi yang menarik. Pemilihan investasi harus di lakukan seksama karena kesalahan dalam memilih investasi akan membawa akibat bank tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada para nasabah. Pada umumnya, bank mengkoordinasikan fungsi tersebut dengan asset liability management committe atau ALCO.
 

Fokus dari Asset Liability Management (ALMA) adalah mengoordinasikan seluruhnya portofolio aset dan kewajiban,  untuk memaksimalkan keuntungan yang akan diberikan melalui dividen kepada pemegang saham  dalam jangka panjang, dengan memperhatikan kebutuhan likuiditas dan prinsip kehati-hatian.Organisasi Manajemen Asset dan Leabilitas (ALMA) terdiri atas Asset Leability Committe (ALCO) dan ALCO Support Group (ASG). Anggota ALCO terdiri dari pimpinan unit kerja yang berhubungan dengan tugas ALMA.

Dalam organisasi tersebut ditetapkan pula tanggung jawab ALCO, yaitu menetapkan tujuan, membuat keputusan ALMA, mementau kegiatan dan menelaah hasil kebijakan ALMA. Sedangkan tanggung jawab ASG ialah mengumpulkan data internal dan eksternal, menyusun analisis, mengembangkan strategi dan scenario, membuat laporan, mengajukan saran-saran untuk rapat ALCO dan memantau pelaksanaannya. Proses pembuatan kebijakan ALMA dilakukan oleh direksi bank. Kebijakan yang dimaksud antara lain berupa penetapan limit dan target setiap bidang, rasio-rasio strategi pendanaan dan penenaman dana,struktur neraca, kebijakan harga, kebutuhan modal, dan lain-lain.

Sejak tahun 1970, Asset and Lyrics Management (ALMA) mengalami perkembangan yang sangat pesat dan memegang peran penting dalam pengelolaan dana bank. Asset and Liability Management ( ALMA) adalah suatu usaha untuk mengoptimalkan struktur neraca bank sedemikian rupa agar diperoleh laba maksimal dan sekaligus membatasi resiko menjadi sekecil mungkin.Beberapa faktor yang mempengaruhi bank untuk menerapkan prinsip ALMA , yaitu :

  • adanya deregulasi sektor perbankan di sebagian besar negara didunia.
  • fluktuasi suku bunga dan nilai tukar telah mendorong timbulnya teknik baru untuk meminimalisir risiko bunga.
  • Sikap para investor semakin kritis.
  • berkembangnya teori tentang corporate finance.
  • meningkatnya kebutuhan modal.
  •  tingkat persaingan yang semakin tinggi.

Aplikasi Manajemen Aset dan Liabilitas pada Bank Syariah

Sama hal nya seperti  bank konvensional, bank syariah adalah lembaga intermediasi antara penabung dan investor. Perbedaan pokok antara bank syariah dan bank konvensional terletak pada dominasi prinsip berbagi hasil dan berbagi resiko (profit and loss sharing) yang melandasi sistem operasionalnya. Hal ini  tercermin pada beberapa karakteristik berikut:

  1. Berbeda dari bank konvensional, bank syariah hanya menjamin pembayaran kembali nilai nominal simpanan giro dan tabungan (wadi'ah), tetapi tidak menjamin pembayaran kembali nilai nominal dari deposito (investment deposit/mudharabah deposit). Bank Syariah  tidak menjamin keuntungan atas deposito. Mekanisme pembagian keuntungan final atas deposito pada bank syariah tergantung pada kinerja bank, tidak seperti bank konvensional yang menjamin pembayaran keuntungan atas deposito berdasarkan tingkat bunga tertentu dengan mengabaikan performance-nya.
  2. Sistem operasional bank syariah berdasarkan sistem equity dimana setiap modal adalah risiko. Oleh sebab itu, hubungan kerja sama antara bank lslam dengan nasabahnya adalah berdasarkan prinsip berbagi hasil dan berbagi risiko (profit and loss sharing/PLS).
  3. Dalam melakukan pembiayaan (financing) bank syariah menggunakan model pembiayaan syariah (laslamic models of financing) yaitu PLS dan non-PLS.

Berdasarkan karakteristik diatas, maka risiko yang dihadapi oleh bank syariah lebih fokus pada risiko liquiditas dan risiko kredit dan tidak mengalami risiko karena fluktuasi tingkat bunga. Asset and Liability management bank syariah lebih banyak bertumpu pada kualitas aset, dan itu akan menentukan kemampuan bank untuk meningkatkan daya tariknya kepada nasabah supaya menginvestasikan dananya melalui bank tersebut. Teknik fund gap management tidak relevan untuk digunakan sebagai alat manajemen aset dan liabilitas bank syariah, karena bank syariah tidak berkaitan dengan risiko tingkat bunga.

Adapun komponen kebijakan ALM perbankan syariah sama dengan komponen kebijakan yang dilakukan oleh perbankan konvensional, perbedaanya adalah pengambilan keuntungan dari perdagangan valas untuk memaksimalisasi laba perbankan, serta pengamatan terhadap fluktuasi bunga. Karena keduanya dianggap tidak sesuai dengan ketentuan syariah.

NAMA :SUMARNI

NPM: 1751020110

KELAS: PERBANKAN SYARIAH /A/6

MATAKULIAH  : ASSET AND LIABILITY MANAGEMENT

DOSEN    : Dr. Muhammad Iqbal Fassa, M.E.I

VIDEO PILIHAN