Mohon tunggu...
Marlina Bayakmiko Septiansyah
Marlina Bayakmiko Septiansyah Mohon Tunggu... -

Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan dari orang lain hanya sementara. Pemahaman dan penerimaan yang tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi. (Rembulan Tenggelam di Wajahmu) Mahasiswa UIN Jogja Angkatan 2015 Prodi Ilmu Komunikasi yang sedang belajar menulis.. (:

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

"Keindahan" Rok Mini

30 September 2015   22:19 Diperbarui: 30 September 2015   22:21 106
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

 

Kalo udah ngomongin rok mini pasti pikiran kita udah macem-macem deh, terutama pikiran para lelaki. kebanyakan orang kalo melihat seorang wanita yang memakai rok mini, pasti memandang negatif wanita itu. Sebelumnya kita harus tau nih sebenarnya apa sih rok mini itu? Kenapa sampai menjadi konfrontasi di Gedung DPR? Dan kenapa kebanyakan masyarakat memandang negatif pemakai rok mini.

Sebenarnya, Rok mini dipopulerkan oleh Mary Quant, seorang desainer Inggris berpengaruh di tahun 1960-an. Dia mendesain sebuah gaun dengan rok yang pendeknya sekitar 12 cm hingga 14 cm di atas lutut. soal ini, Quant menyatakan bahwa rok mini bisa memudahkan perempuan untuk mengejar bus ketika bekerja. alasan yg cukup masuk akal dan sebenarnya sangat jauh dari niatan untuk menonjolkan vulgarisme.

"Kenapa harus rok mini? Kenapa tidak memakai celana saja? Kan lebih mudah kalau untuk mengejar bus".
Mungkin di karenakan zaman dulu celana untuk perempuan masih dianggap hal yang tabu, karena dulu sisi feminisme perempuan sangat di junjung tinggi.

Beberapa waktu lalu, ada berita tentang kasus seorang wanita “diperkosa” dikarenakan memakai rok mini. Yang setelah kasus tersebut ada demonstrasi para wanita pemakai rok mini di bunderan Hotel Indonesia. menuntut pelaku pemerkosa tersebut untuk segera di masukan kedalam "bui". Sebenernya siapa sih yang salah si wanitanya, pelakunya atau rok mininya?

Kalau kita telaah lagi sebenarnya tidak ada yang salah diantara ketiganya. Tetapi ada alesannya loh kenapa saya bicara seperti itu. Itu semua tergantung pada kondisi dan perspektif masyarakat tentang rok mini. Jika masyarakat memandang positif ya tidak akan ada masalah tetapi jika masyarakat memandang negatif itu yang akan menjadi/ memunculkan masalah pelecehan tersebut.

Ada beberapa point yang ingin saya sampaikan. Pertama, Sebenarnya sebagian besar pemakai rok mini memakai rok mini untuk memperlihatkan kaki mereka yang jenjang dan mulus, bisa juga agar lebih terlihat tinggi dan sexy. Selain itu rok mini juga membuat mereka lebih leluasa dalam beraktifitas. Kedua, lokasi dimana mereka memakai rok mini tersebut. Jika seorang wanita menggunakannya di dalam rumah dia tidak akan di pandang negatif oleh orang lain dan dia juga akan merasa aman dan nyaman karena tidak ada pandangan melecehkan dari para lelaki hidung belang.

Tetapi jika mereka menggunakannya di tempat-tempat umum atau kendaraan umum, otomatis akan mengundang banyak mata untuk melihat bagian paha mereka. Terutama mata lelaki. Meskipun zaman sekarang kita sudah bebas memakai baju apa saja atau celana/rok apa saja, sebenarnya kita tetap harus menjaga etika dalam berpakaian agar tidak risih dan menuai masalah kedepannya.

Saya juga sempat melakukan interview dengan teman saya yang memakai rok mini. Kenapa dia nyaman memakai rok mini dan apa dia tidak takut dilecehkan. Dia hanya menjawab bahwa dia memakai rok mini karena senang dengan model-model rok mini yang lucu dan membuat kakinya terlihat jenjang dan mulus yang membuat orang lain/ wanita lain iri. Dan pendapatnya tentang pelecehan adalah seperti yang saya bilang tadi tentang lokasi. Tetapi dia “agak berbeda” dengan saya. Menurutnya kalo memakai rok mini di terminal, pasar atau transportasi umum ya pasti 80% akan mengundang banyak “mata keranjang”. Tapi kalo kita memakainya di mall, restoran atau hotel dimana banyak yang memakai rok mini, “that’s no problem” pendapatnya.

Sedangkan menurut sudut pandang lawan jenis meskipun mungkin akan membuat wanita lain iri itu juga akan merangsang hawa nafsu para lelaki. mungkin ada beberapa lelaki yang dapat menahan nafsu, pikiran dan mencoba untuk menghormati mereka yang memakai rok mini dengan menjaga pandangan mereka. Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki yang sedang sakit parah jiwanya dan tak tau tempat bagaimana?

Saran saya agar tidak ada hal-hal yang buruk kedepannya salah satunya dengan tidak mengguanakn rok mini di tempat umum. Masih banyak pilihan busana yang lain, yang tetap menarik (tanpa menggoda) dan pantas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun