Mohon tunggu...
Petunmarkus
Petunmarkus Mohon Tunggu... Guru - Guru Kelas

Menulis, membaca, olahraga (Bulutangkis, tenis meja), jalan-jalan, dan pemberi rekoleksi.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Guru sebagai Pemain Utama pada Hardiknas, Sebuah Refleksi

2 Mei 2024   09:17 Diperbarui: 2 Mei 2024   09:27 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Oleh Markus Masan Bali

Hari ini, tanggal 2 Mei 2024 merupakan sebuah hari spesial bagi dunia  pendidikan. Hari yang spesial karena pada hari ini kita diberi kesempatan untuk merefleksikan pendidikan sebagai sebuah tonggak untuk memerdekakan pemikiran kita, hati, dan kehendak kita. Sebagai hari yang spesial maka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI menghimbau insan-insan pendidikan untuk menggelar upacara mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Kemdikbudristek RI pada tahun ini 2024 memberikan sebuah tema untuk kita renungkan bersama: "Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar." Namun, untuk memeriahkan HARDIKNAS pada hari ini sepertinya kurang tepat waktunya karena peserta didik kelas 6 kelas 6 sedang mengikuti Penilaian Sumatif Sekolah. Sebagian besar sekolah setelah apel memperingati HARDIKNAS dilanjutkan dengan Penilaian Sumatif Sekolah. 

Peran utama pada hari ini adalah guru sebagai ujung tombak dalam pendidikan. Sebagai ujung tombak, seorang guru tidak hanya pandai dalam mengajar di kelas, mentransfer pengetahuan dan keterampilan tetapi juga pandai dalam mengarahkan peserta didik untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, menjadikan peserta didik sebagai orang yang merdeka dan bebas. Hal itu mengingatkan kita akan sebuah puisi yang ditulis oleh Khalil Gibran: 

PUISI GURU 

(Kahlil Gibran)

Barang siapa mau menjadi guru

Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri

sebelum mengajar orang lain


Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan 

Sebelum mengajar dengan kata-kata

Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri

Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri

Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan

Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain 

Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain. 

Makna puisi ini sangat dalam bagi kita sebagai pendidik, yaitu sebelum kita mengajar anak-anak yang telah dipercayakan kepada kita kita mengajar diri kita sendiri. Maka belajar tidak berhenti ketika kita lulus dari perguruan tinggi. Justru ketika kita selesai dari perguruan tingggi dan mulai berkiprah dalam bidang pendidikan justru di saat itulah kita mulai belajar, mulai mengajar diri sendiri. Belajar untuk konsisten menyambut para peserta didik yang datang pada pagi hari, konsisten untuk menyiapkan bahan ajar yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, konsisten menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan, konsisten menyiapkan media dan metode pembelajaran yang baik. 

Untuk itu, seorang pendidik perlu terbuka terhadap masukan atau kritikan yang membangun dari rekan-rekan sejawat. Kritikan dan masukan bukanlah sebuah tantangan tetapi merupakan sebuah motivasi bagi kita untuk mengembangkan diri menjadi seorang guru yang hebat. 

Selain itu, seorang guru juga perlu terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi dewasa ini sangat pesat. Apabila seorang guru tetap dengan cara atau metode pembelajaran yang masih lama maka pembelajaran akan menjadi sangat membosankan. Tetapi apabila pembelajaran dilakukan dengan memakai metode yang sesuai dengan perkembangan zaman akan menjadikan pembelajaran yang menyenangkan. 

Namun, seorang guru juga perlu menyadari peran dan tugasnya sebagai pendidik. Seorang guru mempunyai peran sebagai motivator, fasilitator, mediator, pengelola kelas, demonstrator, inspirator, mentor, pemantik kreativitas dan imajinasi, mengarahkan kerja tim, dan memiliki empati. Sementara tugas seorang guru adalah mengajar, mendidik, melatih keterampilan hidup, memberikan bimbingan dan pengarahan. 

Untuk terus konsisten dalam melaksanakan peran dan tugas sebagai seorang guru, kata-kata biasanya tidak terlalu mendalam kalau hanya kata-kata kosong tetapi jika disertai dengan tindakan nyata maka akan menjadi sebuah kesaksian atau teladan bagi peserta didik. 

Untuk mengakhiri refleksi hari ini, dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru tindakan biasanya akan memberikan pesan yang mendalam atau contoh yang kuat bagi peserta didik. 

Sekian dan terima kasih

Berkah dalem 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun