Mohon tunggu...
Markus Ergasia
Markus Ergasia Mohon Tunggu... 23 tahun, Jakarta

Pecinta Indonesia, Penyuka Balapan.

Selanjutnya

Tutup

Balap

Rian Risky dan Strateginya dalam Memenangkan 2 Kelas Balap Malam Sentul

6 September 2019   14:59 Diperbarui: 6 September 2019   15:20 0 0 0 Mohon Tunggu...
Rian Risky dan Strateginya dalam Memenangkan 2 Kelas Balap Malam Sentul
Sumber: inews.id

Rian Risky, seorang pembalap B16 AP Speed, menoreh prestasi dengan meraih kemenangan pada dua kelas Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) Night Race 2019 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019 lalu. Balapan ini diselenggarakan di Sirkuit Sentul. Rian Risky berpendapat bahwasanya persiapan yang matang menjadi kunci bagi dirinya untuk sukses menyelesaikan balapan di posisi pertama. Sedikit informasi, Rian Risky meraih dua kemenangannya pada kelas JSTC 1600 dan STCR 1600 dengan menggunakan mobil Honda Estilo yang ia miliki. Dengan menggunakan mobil tersebut, Rian Risky menorehkan prestasinya.

Rian Risky, yang merupakan saudara dari pembalap bernama Rio Bramantio, berkata, "Persiapaan tim kami cukup matang. Kita sudah evaluasi balapan seri kemarin. Ada beberapa part yang memang harus kita benahi dan perlu adanya perbaikan agar performa mobil makin baik. Kita juga lakukan perbaikan di beberapa sektor, khususnya di engine dan kita berhasil mengunci posisi pertama di setiap kelas yang saya ikuti."  Dengan prestasi tersebut, memenangkan balapan dalam dua kelas yang berbeda, semakin membuktikan kelihaian dan kepiawaian Rian Risky dalam melakukan balapan di malam hari. 

Maka tidak salah apabila Rian Risky disebut sebagai raja balap malam. Bahkan, perlu diketahui bahwa Rian Risky juga memenangkan ISSOM Night Race pada tahun 2018 lalu pada dua kelas yang sama seperti yang dimenangkannya pada tahun 2019 ini, yaitu JSTC dan STCR. Rian Risky, pembalap yang berasal dari Surabaya, menuturkan bahwa terdapat beberapa trik dan strategi yang ia gunakan yang pada akhirnya mengantarkan dirinya menjadi juara. Trik dan strategi ini telah digunakan oleh Rian Risky sejak satu tahun yang lalu, ketika ia berhasil memenangkan kedua ajang tersebut. Dan terbukti, bahwa trik yang ia gunakan memang membuahkan hasil.

"Saya menerapkan trik yang juga pernah saya coba di night race tahun lalu. Malam hari temperatur pastinya lebih dingin, jadi saya sering mengandalkan teknik late braking. Karena temperatur dingin pastinya proses pendinginan rem lebih cepat, beda halnya jika dibandingkan siang hari," ujarnya. Hal lainnya sangat berkaitan dengan pekerjaan Rian Risky, yaitu sebagai bagian dari TNI AL. Ia terbiasa dengan situasi gelap malam hari di lautan. "Sama seperti kondisi saat saya bekerja, bawa kapal malam hari nggak kelihatan apa-apa di kiri dan kanan. Jadi pengalaman pekerjaan saya terapkan di balapan ini," ujarnya.