Mohon tunggu...
Marius Gunawan
Marius Gunawan Mohon Tunggu... Konsultan - Profesional

Tulisan sebagai keber-ada-an diri dan ekspresi hati

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Usul Presiden Tiga Periode, Belaian yang Menampar Jokowi

2 Desember 2019   17:09 Diperbarui: 2 Desember 2019   17:20 137
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: detik.com

Politik memang unik. Setiap pernyataan dan wacana yang dikeluarkan oleh politikus pasti mempunyai keinginan tersembunyi. Tidak ada dukungan yang tanpa pamrih. Selalu ada udang di balik batu. 

Hal itulah yang sedang dilakukan oleh oknum politikus yang mengusulkan perubahan UUD 45 dengan memasukkan ide pemilihan presiden untuk tiga periode, buka dua periode seperti yang sekarang ini ada.

Dalam kondisi sekarang, perubahan itu tentu nampaknya ingin mencuri hati Jokowi karena kalau itu terjadi, berarti dirinya masih punya peluang untuk menjadi Presiden untuk periode ketiga. 

Ya, lewat usulan itu sang oknum politikus ingin mencari muka.  Siapa tahu Dengan usulan tersebut dirinya atau partainya dapat jatah posisi strategis di kabinet Jokowi saat ini. 

Tapi rupanya usulan yang sejatinya ingin membelai tersebut justru ditanggapi Jokowi secara berbeda. (Merdeka.com). Bukannya Jokowi merasa didukung, tapi justru Presiden RI ini merasa ditelikung. 

"Kalau ada yang usulkan itu ada 3, Menurut saya satu ingin menampar muka saya, ingin cari muka, menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi saat makan siang bersama awak media, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Skenario menjilat berubah, bukannya mendapat pujian tapi justru mendapatkan penolakan.

Kalau dilihat sejarahnya, pembatasan periode menjabat sebagai presiden ini adalah salah satu buah penting dari perjuangan para pahlawan reformasi. Pembatasan ini adalah cara agar di kemudian hari negara ini tidak melahirkan diktator baru seperti yang telah dialami pada jaman Orde Baru.

Logika kekuasaan nampaknya memang membutuhkan aturan pembatasan seperti ini. Biasanya seorang diktator, awalnya sangat dicintai rakyat, namun ketika kekuasaan yang diberikan tidak dibatasi maka berubahlah kekuasaan itu menjadi kesempatan Sang Penguasa bersikap tiran.

Juga dengan adanya pembatasan ini, alih generasi yang menjadi pemimpin bangsa ini juga akan lebih sehat. Setiap generasi membutuhkan pemimpin yang sesuai. 

Kembali pada usulan perpanjangan periode kekuasaan kepresidenan. Selain merasa ditampar dan cari muka, Jokowi juga merasa dijerumuskan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun