Mohon tunggu...
Marius Gunawan
Marius Gunawan Mohon Tunggu... Profesional

Tulisan sebagai keber-ada-an diri dan ekspresi hati

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Ampuhkah Senjata Baru Tim Prabowo ke MK?

11 Juni 2019   08:44 Diperbarui: 11 Juni 2019   10:00 0 14 9 Mohon Tunggu...
Ampuhkah Senjata Baru Tim Prabowo ke MK?
54412773p-5cff06c83ba7f731804924b2.jpg

Sumber gambar: kontan.co.id

Nampaknya tim Prabowo coba memperkuat dalil - dalil tuntutannya ke MK. 

Setelah dokumen tuntutan yang akan di bawa ke MK di analisa dan dikomentari, dan kebanyakan menganggap bukti - bukti yang dijadikan alasan untuk mendiskualifikasi kemenangan Jokowi tidaklah kuat, maka mereka mencari bukti baru.

Bukti baru itu adalah sehubungan posisi Ma'ruf Amin. Salah satu poin perbaikan yang diajukan yakni mengenai jabatan KH Ma'ruf Amin di dua BUMN.

"Menurut informasi yang kami miliki, pak calon wakil presiden, dalam laman BNI Syariah dan Mandiri Syariah namanya masih ada, dan itu melanggar Pasal 227 huruf p (UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu) ," kata Ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW)setelah mengajukan perbaikan permohonan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (10/6/2019).

Menurut tim Prabowo, jika hal itu terbukti maka pasangan Jokowi - Ma'ruf bisa didiskualifikasi, yang berarti bahwa Prabowo - Sandi bisa menjadi pemenang Pilpres.

Tentu saja tuduhan ini langsung ditanggapi oleh tim Jokowi.

Menurut Tim Jokowi, wakil ketua TKN Asrul Sani, tuduhan itu salah sasaran. Alasannya bahwa BNI Syariah dan Mandiri Syariah bukan termasuk perusahaan BUMN. Karena di kedua bank itu tidak ada penyertaan modal pemerintah secara langsung.

Juga, menurut Asrul posisi Ma'ruf Amin di kedua Bank itu hanya sebagai Dewan Pengawas Syariah, berarti tidak termasuk sebagai karyawan, komisaris ataupun direksi yang adalah posisi jabatan yang memang dilarang sebagai cawapres.

Penulis tidak mau mendalami silang diskusi mengenai posisi hukum ini, namun lebih akan membahas mengapa bukti seperti ini yang dibawa tim Prabowo ke MK?

Padahal sebenarnya dengan klaim yang selama ini dinyatakan oleh Prabowo sesungguhnya tidak perlu lagi mencari bukti baru yang justru belum jelas.

Seharusnya Tim Prabowo fokus saja ke angka kemenangan 54% serta membawa saksi serta bukti valid atas tuduhan kecurangan Terstruktur Sistematis dan Masif yang katanya sudah mereka miliki.

Karena dengan bukti yang menurut mereka sudah ditangan seharusnya bukti - bukti itulah yang di bawa ke MK. 

Sebenarnya kritikan atas dokumen yang sebelumnya mereka serahkan adalah masukan yang sangat berharga bagi tim Prabowo. Kebanyakan mengkritisi link berita yang dijadikan bukti sebagai bukti sekunder. 

Jadi dalam hal ini seharusnya Tim Prabowo melengkapinya dengan bukti - bukti utama atau bukti primer untuk melengkapi link berita tersebut.

Namun kembali, bukan hal - hal itu yang justru dikuatkan oleh tim Prabowo.

Tentu dengan sikap ini, publik akan bertanya - tanya apakah benar mereka sudah punya bukti - bukti kuat seperti yang selama ini mereka klaim? 

Kalau memang bukti tersebut sudah mereka punya, mengapa masih perlu bukti dan dalil tambahan yang nampaknya justru kurang kuat dari klaim bukti sebelumnya?***MG