Kotak Suara

Djarot Diusir dari Masjid, Akankah Ahok Kalah?

15 April 2017   17:33 Diperbarui: 15 April 2017   17:53 219 2 2

Saya tertegun dan risau ketika mengetahui Djarot diusir dari masjid sebagaimana diberitakan merdeka.com .Djarot Syaiful Hidayat ,calon wakil Gubernur DKI yang berpasangan dengan Ahok melaksanakan Sholat Jum'at ,14 April 2017 di Mesjid Al Atiq,Jalan Mesjid 1 Kampung Melayu Besar ,Kelurahan Kebon Baru,Kecamatan Tebet ,Jakarta Selatan.Di mesjid itu terpampang tulisan " Tolak Penista Agama Di Kampung Melayu Tercinta".Seusai sholat keadaan menjadi gaduh .Djarot keluar dari dalam masjid diiringi takbir dan penolakan." Takbir, Allahu Akbar" serta teriakan " usir usir"teriak sebahagian jemaah.

Sepanjang yang saya ketahui baru inilah terjadi seorang Muslim diusir dari masjid terlebih lebih karena alasan politis.Beberapa pertanyaan muncul dalam hati saya.Apa alasan jemaah mengusir Djarot yang jelas jelas seorang Muslim .Djarot datang kesana untuk sholat Jum' at kenapa ia harus diusir.Bukankah selalu dinyatakan masjid adalah tempat beribadahnya ummat Islam dan ketika ada seorang Muslim melakukan ibadah di masjid itu justru ia diusir oleh saudaranya yang Muslim juga.Djarot disana tidak ada membuat onar ,tidak ada membuat keributan maupun kerusuhan lalu kenapa ia harus diperlakukan seperti itu.

Selanjutnya otoritas apakah yang dimiliki jemaah atau orang yang mengusirnya.Bertindak sebagai apakah mereka sehingga merasa punya kewenangan mengusir seorang Muslim dari dalam masjid.Mungkin akan ada yang memberi pendapat karena Djarot berpasangan dengan si penista agama maka ia harus diusir.Apakah karena berpasangan dengan Ahok ia harus diusir dan dimana dalil atau dasar hukum yang mengatur itu.Pertanyaan berikutnya apakah karena berpasangan dengan Ahok itu menjadi menggugurkan status nya sebagai seorang Muslim? .Dengan kata lain dalam pandangan jemaah yang mengusir itu apakah agama yang dianut oleh Djarot.Yang jelas Djarot adalah seorang Muslim dan belum ada perkataan atau perbuatannya yang merobah statusnya dari seorang Muslim menjadi bukan Muslim karenanya ia berhak dan tidak boleh diusir dari masjid.

Tindakan pengusiran seperti ini menurut pendapat saya bukan memunculkan kebencian dari ummat Islam kepada Ahok-Djarot malahan bukan tidak mungkin peristiwa tersebut justru akan menumbuhkan simpati.

Oleh para dai maupun para muballigh selalu digambarkan Islam adalah agama  yang damai agama yang menawarkan keselamatan dan kebajikan sebuah agama yang Rahmatan Lil Alamin ,membawa rahmat untuk semua isi alam.

Oleh para dai sering diceritakan bagaimana Muhammad Rasulullah SAW secara teratur memberi makanan kepada seorang Yahudi tua yang buta.Dia tidak tahu bahwa yang selalu memberi makannya itu adalah Muhammad SAW sehingga kepada yang memberi makannya itu dia mencerca,mencaci Rasulullah.Walaupun dicaci dan dimaki tapi Muhammad SAW tidak pernah memberitahu siapa sebenarnya dirinya dan Utusan Allah itu juga tidak pernah menghentikan kegiatannya memberi makan si Yahudi tua itu.Kalau dipikir untuk apa Muhammad SAW memberi makan Yahudi yang jelas jelas kafir itu.Sesudah Rasulullah wafat lalu oleh sahabat diteruskan memberi makan kepada si Yahudi Tua dan ternyata ia tahu bahwa yang memberi makan itu bukan lagi orang yang biasa memberinya makan karena kelembutan dan kasih sayangnya jauh berbeda.Si Yahudi Tua bertanya ,dimana orang yang biasa memberi nya makan itu lalu oleh sahabat dijawab ia sudah wafat.Orang tua yang buta itu menangis tersedu sedu merasa sedih dan alangkah terkejutnya ia ketika diberitahu bahwa yang biasa memberi makannya itu adalah Muhammad SAW sehingga seketika  tangisnya yang lebih kuat meledak dan langsung ia mengucapkan dua kalimat syahadat masuk Islam.

Alangkah jauh bedanya perlakuan yang diterima Djarot dari jemaah masjid yang mengusirnya dibandingkan dengan perlakuan Muhammad kepada si Yahudi tua yang memakinya tersebut.

Menunjukkan wajah Islam yang damai seperti tindakan Muhammad itulah yang harus ditiru dan tindakan pengusiran Djarot yang tidak sejalan dengan jiwa dakwah Muhamnad SAW tersebut menurut pendapat saya tidak disetujui oleh sebahagian ummat Islam.
Bukan tidak mungkin ketika ada sebahagian ummat Islam yang sudah menetapkan pilihan bukan kepada Ahok-Djarot tapi dengan peristiwa di masjid Jum' at kemarin itu menjadi berobah pikirannya menjadi mendukung pasangan petahana.Kenapa pilihan itu bisa berobah karena muncul di pikirannya bahwa cara cara yang dilakukan  justru tidak Islami.Muncul di pikirannya bahwa Islam digunakan untuk kepentingan politik apalagi beberapa waktu yang lalu terjadi politisasi sholat jenazah.

Belum lagi dikaitkan dengan ukhuwah Islamiyah yaitu terbuhulnya dengan baik persaudaraan sesama ummat Islam.Lalu apakah yang ditunjukkan oleh jemaah di Kampung Melayu itu sudah sesuai dengan esensi ukhuwah Islamiyah atau justru bertentangan.

Menurut pendapat saya ummat Islam yang tidak menyetujui pengusiran Djarot justru akan memilih pasangan Ahok -Djarot karena muncul kehawatiran kalau tindakan tindakan seperti pengusiran itu terus dilakukan lalu mau dibawa kemana ummat ini.

Demikianlah pandangan saya.

Salam Persatuan!