Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan - Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Gambit Ratu, Memulai dengan Menumpahkah Darah

21 Mei 2021   23:39 Diperbarui: 25 Mei 2021   02:19 829
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (wallpaperaccess.com)

Satu prajurit dipilih untuk dibunuh musuh, guna melapangkan jalan bagi pasukan untuk masuk ke pertahanan musuh. Sebuah awal pertarungan yang dimulai dengan menumpahkan darah.

Prajurit itu sudah dipilih, ialah prajurit yang berada di depan ratu (queen). Disebut gambit ratu.

Ini adalah ide awal strategi David, seorang anak muda Yahudi (Israel) dalam memenangkan pertarungan. Strategi yang cukup tua. Strategi yang dikembangkan jauh dari masa lampau. Konon, strategi ini sudah tercatat dalam manuskrip Gottingen tahun 1490.  

Karakter yang menyertai pola serangan ini adalah agresivitas, dominasi, serta serangan yang intens yang bisa sangat merusak serta mematikan. Pola serangan ini akan membuka jenis pertarungan yang berdarah-darah di area 64 petak papan catur.

**

Melawan pecatur orang Yahudi bagi saya tidak selalu menyenangkan. Entah mengapa.  Ada perasaan tidak begitu suka dengan orang Yahudi.

Sebagai orang Indonesia, saya ikut merasakan sentimen umat muslim atas apa yang terjadi di Palestina saat ini--membuka perang di saat umat muslim masih merayakan Ramadan.

Pandangan umum adalah, orang Kristen akan cenderung memihak Yahudi. Bagi saya, hal itu adalah absurd. Bukankah Yahudi yang bersekongkol membunuh Yesus dengan cara menyogok satu dari dua belas muridnya,  sehingga Yudas Iskariot sanggup menjadi penghianat. Berkhianat dengan cara yang paling manis---ia mencium Yesus untuk memberitahukannya kepada para prajurit yang akan menangkapnya.

Selain perasaan benci karena dibentuk oleh pengetahuan tadi, ada perasaan kagum atas kehebatan bangsa ini. Bangsa yang kecil namun mampu mendominasi dunia. Membaca kisah-kisah operasi spionase Mossad sungguh membuat kagum. Bagaimana mereka bisa merancang operasi serumit itu serta berhasil?

Selain itu, kekaguman saya pada orang Yahudi karena banyak tokoh dari bangsa ini yang mengubah dunia. Menyebut di antaranya; Einstein (fisikawan), Dell (teknologi), Soros (pebisnis dan pialang saham), Zuckerberg (pendiri Facebook dan pemilik banyak media sosial), Abramovich (pemilik klub sepakbola Chelsea) dan masih banyak lagi.

**

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun