Energi

PLN untuk Bangsa Indonesia

6 Januari 2018   14:50 Diperbarui: 6 Januari 2018   15:21 1137 1 0
PLN untuk Bangsa Indonesia
Dokumentasi Pribadi

Pada tanggal 5 Januari 2018 di kantor PLN Distribusi Jakarta Raya. Bertemudengan Bapak Muhammad Ikhsan Asad selaku General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya beliau pernah ditempatkan di  Maluku Utara, Maluku, Sumatera Utara dan Nias. 

Melda dari Koalisi Perempuan Indonesia dengan  Tulus dari Yayasan Lembaga  Konsumen Indonesia (YLKI) yang pernah juga ke Maluku Utara dan Maluku dan Citra dari IESR.  Kami akhirnya bicara Maluku Utara dan Maluku serta Indonesia pada umumnya terkait layanan PLN dalam hal ini energi terbarukan dan konservasi energi (EBTKE)

Bapak Muhammad Ikhsan Arysad mengenal Bupati Seram waktu itu dan Guburner Maluku sekarang membicarakan pembangunan Listrik.

Sembari kenalan dengan Bapak Leo Basuki sekaligus Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan.

Membahas PLN dan PLTS. YLKI melakukan penelitian terkait listrik Surya atap. Sekaligus tentang tarif pemasang dan instalasi listrik. Disamping itu Tenaga Surya Hemat Energi.

Program pemerintah terkait Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE). PLN juga mensosialisasikan kendaraan listrik dan kompor listrik meskipun harganya masih tergolong mahal.

PLN masih menerima pengakuan call center 123. PLN juga menyediakan layanan khusus Net Metering PV Rooftop.

Masih ada oknum yang bermain untuk mencari keuntungan terkait pemasangan instalasi listrik. Meskipun setiap daerah termasuk wilayah Timur beda tarif pemasangan listriknya.  

Peningkatan mutu layanan masih harus ditingkatkan.  Perlu adanya edukasi PLN kepada masyarakat selaku konsumen.

Hampir sebagian besar Penerangan Jalan Umum (PJU) dibebankan kepada masyarakat melalui tagihan listriknya. PLN hanya membantu mengumpulkan potongan PJU kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah.

Program Pembangkit Listrik 35.000 MW yang merupakan program pemerintah Jokowi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan listrik dari Sabang sampai Merauke.

Listrik masuk desa, listrik meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi dan Indonesia terang.

Saya jadi teringat dengan slogan "hemat energi hemat biaya" . Semoga Indonesia terus terang tidak lagi gelap.

Bahwa pentingnya pelibatan perempuan bicara soal listrik karena yang paling merasakan adalah perempuan mulai dari masak, setrika dan home industri. Wilayah timur yang masih 6-12 jam perhari merasakan listrik.

 Jika listrik padam maka kembali menggunakan kayu bakar untuk masak. Disamping pemadam listrik juga menggangu anak-anak untuk belajar. Sampai persoalan urusan peningkatan ekonomi masyarakat bisa terganggu.

Masyarakat cerdas paham rincian bayar listrik jika PJU dibebankan kepada kita dan digunakan pemerintah harusnya kembali kepada masyarakat pula. PJU yang ada kadangkala tiang listrik ada tapi lampunya tidak menyala bagaimana dampak rawan kecelakaan di malam hari.

Mari berbenah bersama untuk bangsa dengan meletakkan pondasi Pancasila sebagai dasarnya yang mengutamakan keadilan dan kesejahteraan sosial.

#sahabatPLN