Mohon tunggu...
Abdulrozak Asm
Abdulrozak Asm Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Saya Seorang Suami dan Ayah Beruntung.

Seorang Suami dan Ayah Beruntung. Catatan lain saya di sini www.catatanabdul.web.id

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Cara Mendapatkan Centang Hijau di Kompasiana, Berdasarkan Pengalaman Saya

5 Januari 2019   09:16 Diperbarui: 5 Januari 2019   10:07 274
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

6. Setelah itu anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email yang anda daftarkan. Penolakan atau persetujuan.

Untuk penolakan biasanya ada alasan tertentu kenapa di tolak. (Pokoknya pasti ada alasan tidak seperti kamu mutusin tidak dengan alasan. ehh.....)

Solusi Jika Mandapat Penolakan dari Kompasiana

Solusi ini berdasarkan pengalaman saya. Karena sayapun sempat mendapatkan penolakan. Penolakan terjadi karena KTP yang saya gunakan karena kecuci meskipun sudah ktp elektronik fotonya kusam kurang jelas bladus. Jadi tim kompasiana menganggapnya palsu kali ya.

Berikut Solusinya

1. Coba scan ulang KTP nya dan kirim ulang

2. Jika masih di tolak Coba file data diri Ganti dengan SIM ( SIM saya baru waktu itu fotonya jelas, alamat jelas, semua jelas)

3. Karena sayapun masih ditolak dengan dua cara di atas, maka biarkan saja beberapa lama. Saya sendiri membiarkannya selama hampir 1 tahun. hehehehe.

Kenapa demikian, karena saya udah putus asa. Bodo amat mau centang hijau atau engga. Emang gue pikirin. Begitu pembelaan saya didalam otak karena saya sudah ditolak kompasiana.

Setelah hampir satu tahun saya penasaran dan coba saya klik edit tidak ada perubahan apapun baik file ataupun data hobi alamat dan lain - lain. Saya hanya klik edit kemudian simpan untuk verifikasi.

Eh setelah itu mendapatkan pemberitahuan sudah mendapatkan tanda hijau. Alhamdulillah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun