Mohon tunggu...
Suharyanto Mallawa
Suharyanto Mallawa Mohon Tunggu... Pustakawan - Pustakawan, Perpustakaan Nasional RI - Ketua Komisi Penerbitan Ikatan Pustakawan Indonesia

Pustakawan Perpustakaan Nasional suharyanto@perpusnas.go.id suharyanto_m@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Perpustakaan sebagai Rumah Pengetahuan Masyarakat Indonesia (RUPEMASIA)

25 September 2022   09:17 Diperbarui: 25 September 2022   09:25 126 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri: Paparan RPP

Fungsi dasar perpustakaan adalah mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyebarluaskan, dan memanfaatkan koleksi,  informasi dan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada pemustaka dan masyarakat secara luas, hal ini dapat diartikan sebagai fungsi Collection management (Manajemen koleksi). 

Di era saat ini Fungsi Manajemen koleksi dikembangkan menjadi fungsi manajemen pengetahuan, perpustakaan akan menjadi tempat sumber pengetahuan manusia  dan ruang digital berbagi pengetahuan antar manusia, perpustakaan berperan aktif  dalam menciptakan inovasi pengetahuan, dan menjadi bagian ekosistem penting dalam mata rantai inovasi pengetahuan. 

Perpustakaan akan terus mengembangkan fungsinya menjadi Knowledge Management (manajemen pengetahuan), Knowledge Transfer (pemindahan pengetahuan) dan Knowledge Sharing (berbagi pengetahuan). Masing-masing fungsi tersebut saling berkaitan satu dan yang lainnya sebagai mata rantai atau sebagai ekosistem perpustakaan sebagai sumber pengetahuan manusia.  

Pada era abad ke-21 ini hampir semua sektor kehidupan telah didukung dengan penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi atau dikenal dengan istilah "serba digital". Begitu pula dengan perpustakaan yang terus mengikuti perkembangan teknologi, informasi, komunikasi. Sektor perpustakaan mempunyai kekuatan tersendiri, secanggih apapun penerapan TIK maka keberadaan koleksi tercetak dan juga ruang atau gedung perpustakaan masih memiliki fungsi yang sangat penting, koleksi tercetak akan tetap menjadi sumber pengetahuan manusia yang utama sebagai wujud karya anak bangsa dan menjadi warisan pengetahuan dalam mengisi peradaban bangsa.  

Perpustakaan sebagai sumber pengetahuan manusia mempunyai potensi yang besar dalam membangun peradaban bangsa utamanya pada bidang berbagai pengetahuan antar manusia. Potensi yang dapat digali diantaranya melalui populasi penduduk Indonesia dan penggunaan telepon genggam dan penggunaan internet sebagai alat kehidupuan saat ini. 

Perpustakaan mempunyai peluang yang sangat besar untuk dapat hadir disetiap perangkat mobil yang terhubung dengan internet atau saya menyebutnya dengan istilah Rumah Pengetahuan Masyarakat Indonesia "RUPEMASIA". 

Konsepnya adalah setiap penduduk Indonesia yang mempunyai perangkat mobil dalam hal ini telepon genggam secara otomatis akan menjadi anggota RUPEMASIA dan langsung dapat mengakses koleksi digital yang ada di RUPEMASIA dan secara fisik juga dapat meminjam koleksi tercetak diseluruh perpustakaan umum yang tersebar di seluruh Indonesia.

Data Digital Indonesia bulan Februari 2022 melaporkan bahwa populasi jumlah penduduk sebanyak 277,7 juta jiwa. Perangkat mobile yang terhubung 370.1 juta (133,3 %). Pengguna internet sebanyak 204,7 juta 204.7 juta (73.7 %). Pengguna media sosial aktif 191.4 juta (68,9 %). Waktu Rata-rata setiap hari dalam penggunaan internet: 8 jam, 36 menit. Penggunaan media sosial untuk mencari informasi sebesar 80.1 %.

Berdasarkan data-data tersebut maka RUPEMASIA mempunyai modal yang sangat besar dalam pengembangannya sebagai berikut:

  • Jumlah pemustaka sebanyak 204.7 juta orang
  • Jumlah pemustaka yang aktif 191.4 juta orang
  • Layanan perpustakaan 8-24 jam sehari ( minimal 8 jam secara konvensional dan 24 jam secara virtual)
  • Layanan perpustakaan dengan menggunakan media sosial seperti facebook, instragram, youtube, twitter, tiktok, dan lain-lain)
  • Mewujudkan perpustakaan yang berfungsi sebagai Collection management, Knowledge Management, Knowledge Transfer dan Knowledge Sharing sebagai satu kesatuan ekosistem RUPEMAS

RUPEMASIA dalam implementasinya berfokus pada inovasi penciptaan pengetahuan yang baru, penelitian dan pengembangan pengetahuan, dan pertukaran berbagai pengetahuan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan