Mohon tunggu...
M. Ali Amiruddin
M. Ali Amiruddin Mohon Tunggu... Penulis Biasa

Punya hobi menulis, jalan-jalan, silaturrahmi, nge-blog, youtuber atau content creator di MbGb Channel. Pemilik blog maliamiruddin57.blogspot.com, maliamiruddinmetro.blogspot.com. Pekerjaan pokoknya sebagai Kepala Keluarga dgn 1 istri dan 3 anak, sambil menjadi guru bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Metro Lampung

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Membunuh Rasa Jenuh di Rumah dengan Menanam Sayur

2 Juli 2020   19:25 Diperbarui: 3 Juli 2020   17:03 791 14 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membunuh Rasa Jenuh di Rumah dengan Menanam Sayur
Ilustrasi berkebun (Sumber: www. freepik.com)

Semenjak Maret yang lalu, negeriku diserang oleh wabah Covid-19. Tak hanya Indonesia yang menjadi bulan-bulanan virus mematikan ini, karena sampai detik ini, hampir semua negara merasakan penderitaan yang sama karena serangan virus yang sungguh datangnya tak diduga-duga.

Semua orang panik, bingung dan bertanya dalam hati, "sampai kapan wabah ini harus berakhir?" Dan berarti kurang lebih empat bulan masyarakat kita juga diteror dengan makhluk yang amat kecil ini.

Dampak dari serangan covid-19 secara langsung adalah berhentinya ladang-ladang ekonomi negeri yang notabene menjadi penyokong kehidupan masyarakatnya. Ada yang berhenti sejenak karena banyak yang terpapar virus, bahkan ada yang lebih parah hingga matinya sumber-sumber penghidupan masyarakat.

Tidak sedikit perusahaan yang bangkrut, PHK massal, dan yang lebih miris lagi, kemiskinan merajalela. Tidak hanya sektor ekonomi yang terhenti untuk beberapa saat, karena sektor pendidikanpun mengalami persoalan yang sama. Untuk sementara waktu dilakukan pembatasan sosial dan menjauhi kerumuman. Dampaknya sekolah-sekolah pun diliburkan untuk sementara waktu.

Meskipun saat ini ada beberapa wilayah yang sudah bisa melakukan aktivitas publik secara normal lantaran status zona hijau, namun ada beberapa wilayah yang sampai saat ini masih berstatus zona merah. Otomatis meskipun diterapkannya new normal oleh pemerintah, aktivitas ekonomi masyarakat serta pendidikan masih terkendala.

Korban terus berjatuhan dan tak sedikit yang merenggut korban jiwa. Sedih, pilu dan kejenuhan melanda, karena terlalu lama berada di rumah. Tak hanya para pengusaha saja yang mengalaminya, karena para pekerja harian juga mengalami nasib yang sama. 

Banyak di antara mereka yang mengalami kebingungan lantaran status yang membatasi gerak masyarakat ini, meskipun tak sedikit yang harus menghapus rasa jenuh dengan aktivitas bermanfaat.

Gambar budidaya cabai menggunakan media polybag (Dokumentasi pribadi)
Gambar budidaya cabai menggunakan media polybag (Dokumentasi pribadi)

Membunuh jenuh dengan bertanam 
Apa yang dialami masyarakat pada umumnya terkait akibat terlalu lama berada di dalam rumah tanpa aktivitas yang berarti adalah rasa jenuh, bosan dan sedikit stress pun melanda.

Namun, ketika kondisi negatif tersebut terus menghimpit, ternyata jika dibiarkan berlarut-larut, akan benar-benar merusak fisik dan kejiwaan seseorang. Termasuk penulis sendiri yang merasakan tekanan yang cukup dahsyat lantaran terkungkung di dalam rumah.

Meksipun sebagai pendidik masih mendapatkan tugas mengajar secara daring (online) yang disebut belajar dari rumah (BDR) ternyata begitu banyak waktu yang semestinya dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Apa yang penulis lakukan? Yaitu menanam sayuran di pekarangan rumah. Dalam kegiatan tersebut, penulis menggunakan media tanam polybag agar tempat yang sempit di pekarangan rumah bisa dimanfaatkan secara optimal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x