Mohon tunggu...
M AliAlvi
M AliAlvi Mohon Tunggu... Mahasiswa Uinsu

Kelompok KKN DR - 20

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Ekonomi Islam sebagai Solusi di Masa Pandemi Covid-19

14 Agustus 2020   17:04 Diperbarui: 14 Agustus 2020   17:27 182 1 1 Mohon Tunggu...

Pendahuluan

Presiden Joko Widodo mengatakan krisis ekonomi global akibat pandemi virus corona atau Covid-19 mengerikan. Menurut Jokowi, kondisi buruk ini tak hanya dirasakan olehnya, namun hampir seluruh presiden dan kepala pemerintahan lainnya. Jokowi mengatakan nasib kondisi ekonomi Indonesia akan ada di kuartal atau fase ketiga. Jika dalam kuartal ketiga ini keadaan berangsur membaik, maka ia optimistis ekonomi Indonesia di kuartal keempat serta tahun 2021 mendatang juga berjalan membaik dan mulus. Untuk itu, ia meminta para menteri bekerja keras serta bekerja cepat. Selain itu, Jokowi juga menekankan belanja anggaran sangat penting dikeluarkan di masa sulit ini.(kompas,09/07/2020)


Sri Mulyani Indrawati selaku menteri keuangan menyebutkan pandemi virus corona (Covid-19) berdampak sangat luas, bahkan hingga sektor ekonomi dan politik. "Namun, kita dapat melihat pandemi Covid-19 juga  menimbulkan (efek) domino yang luar biasa. Masalah kesehatan menjadi masalah sosial, masalah ekonomi, masalah keuangan, dan masalah politik," katanya dalam diskusi online yang digagas oleh Institut Pertanian Bogor.(kompas,27/06/2020)


Sudah banyak hal buruk terjadi setelah virus corona menyerang dunia. Dimulai dari Wuhan, China dan menyebar luas hingga sampai ke negara Indonesia. pemerintah pun dengan terpaksa harus melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah semakin banyak nya korban yang terkena wabah setelah ditetapkan nya kedaruratan kesehatan masyarakat. Namun, hal ini justru semakin memperburuk keadaan perekonomian masyarakat seperti UMKM yang tidak diperbolehkan berjualan.

Banyak terjadinya putusan hak kerja (PHK) yang dilakukan oleh perusahaan yang dilarang beroperasi selama PSBB untuk mengurangi biaya pengeluaran perusahaan. Bantuan yang dikirimkan oleh pemerintah pun masih belum memadai dan masih banyak yang belum tepat sasaran sehingga masyarakat pun semakin gerah dengan adanya PSBB.

Hingga akhirnya pemerintah pun mengeluarkan putusan untuk pelonggaran PSBB dengan adanya New Normal. Masyarakat mulai bisa beraktifitas dengan menggunakan masker dan Physical Distancing untuk menghindari kerumunan. Meski demikian, tetap saja akan menghambat proses perekonomian masyarakat karna adanya Physical Disatancing

Ekonomi Islam Sebagai Solusi

Ekonomi islam atau ekonomi Syariah adalah sebuah perekonomian yang berlandaskan nilai -- nilai islami yaitu Al -- qur'an dan hadist. Ekonomi islam sendiri mengartikan harta adalah sebuah titipan dari Allah SWT. Yang harus dimanfaatkan untuk jalan kebaikan dan membantu sesama. Islam juga mengajarkan untuk saling memberi dengan ikhlas semata -- mata untuk Allah yang nanti nya akan dibalas sebagai bekal diakhirat. Seperti firman Allah "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya". [Surat Al-Ma'idah 2]
Indonesia sebagai negara yang memiliki mayoritas muslim bahkan sebagai negara dengan umat muslim terbanyak di dunia, harus bisa memanfaatkan hasil dari perekonomian umat muslimnya


Seperti gagasan Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, zakat boleh dimanfaatkan untuk kepentingan penanggulangan pandemi Covid-19. Hal ini mempertimbangkan dampak Covid-19 yang mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. "Oleh karena itu Komisi Fatwa MUI menyatakan bahwa zakat boleh dimanfaatkan untuk kepentingan penanggulangan wabah Covid-19 dan dampaknya. Dengan ketentuan-ketentuan tentunya," penjelasan Asrorun dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (Kompas18,/5/2020).


Oleh karena itu beberapa peran ekonomi syariah harus dapat dikembangkan dan di maksimalkan hasilnya. Berikut adalah beberapa peran ekonomi Syariah yang dapat menjadi solusi perekonomian di Indonesia.


Pertama, adalah memaksimalkan potensi Zakat, Shodaqoh, dan Infaq. Pendapatan Indonesia melalui zakat kurang yang dikutip dari unit -- unit zakat mencapai dana sebesar 2,4 Triliyun. Dan ini masih belum maksimal. Apabila potensi zakat ini dapat kita maksimalkan kurang lebih akan menghasilkan angka 270 triliyun. Angka ini tidak main -- main apabila bisa benar -- benar terealisasikan. Tetapi sayang nya saat ini hanya 1 persen saja yang masih terealisasikan. Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) sejak awal berdiri nya sudah melakukan sosialisasi mengenai zakat dan terus mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk pengoptimalisasian zakat. Tetapi tetap saja harus ada kepedulian masyarakat untuk membayar zakat. Hasil zakat tersebut bisa dialokasikan untuk masyarakat yang terdampak covid -- 19 dan sebagai mustahik sehingga dana zakat itu bisa lebih terarah.


Kedua, adalah bantuan sosial seperti penyediaan modal usaha untuk UMKM yang sangat membutuhkan dana dimasa pandemi seperti ini. sehingga para UMKM bisa terus melanjutkan usaha nya walaupun ditengah wabah seperti ini. masyarakat pun akan lebih dimudahkan untuk membuka usaha dimana banyaknya pemutusan hubungan kerja oleh para perusahaan dan mereka tidak kebinngungan lagi harus seperti apa untuk mencari nafkah dan hal ini juga mencegah terjadinya tindak kriminal karna keterpaksaan keadaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN