Mohon tunggu...
Maifil Eka Putra
Maifil Eka Putra Mohon Tunggu... Jurnalis - jurnalis, enterpreneur, social developer

Kita berduka karena bencana yang melanda tanah ibu kita.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Duka Aceh Belum Sirna, Banjir Bima Menggugah Jiwa

28 Desember 2016   16:17 Diperbarui: 28 Desember 2016   16:28 39
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

BIMA – Hujan turun merata sejak pagi di Kota Bima dan Sumbawa, Rabu (21/12/2016). Tiada yang menyangka, hujan yang lebat terus menerus itu membawa petaka. Sekitar Pukul 15.00 WITA, banjir pun tiba bak naga kelaparan, dan tidak tanggung-tanggung, ribuan rumah di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat disapu oleh air bah itu.

Sebenarnya, publik masih berduka karena gempa Aceh, namun kemudian disentakkan pula oleh banjir Bima. Seluruh energi yang tadinya tertumpah ke Aceh, mau tidak mau harus berbagi perhatian dengan Bima. Ketika itu, lima kecamatan di Kota Bima terendam banjir setinggi 1-2 meter meliputi Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Punda. Di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e ketinggian air mencapai 2 meter.

Ribuan warga dievakuasi. Tahanan di LP Kota Bima juga dievakuasi, karena hotel prodeo itu terendam banjir. Di Kabupaten Bima, banjir merendam Desa Maria dan Desa Kambilo, Kecamatan Wawo.

Banjir juga merendam Desa Unter Kroke Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa. Sebanyak 120 KK/610 jiwa terdampak, 1 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 2 jembatan desa putus. Tinggi banjir 1-2 meter. Penerbangan dari Mataram ke Bima belum dapat dilakukan karena bandara terendam banjir.

Belum lagi habis trauma karena banjir ini, terjadi peningkatan pertumbuhan awan yang meluas di seluruh wilayah di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Jumat (23/12/2016) pukul 11.30 Wita. Hal itu ternyata memicu hujan deras yang tiada henti hingga pukul 14.30 Wita. Debit air sungai Paruga pun naik kembali dan banjir tak terhindakan menggenangi permukiman warga. Tercatat daerah yang sebelumnya banjir sudah surut, kemudian dilanda banjir kembali adalah di Jatiwangi, Rabasalo, Paruga, Tanjung dan Dara.

Banjir menyebabkan jembatan Padolo miring di bagian ujung, pemerintah pun menutup jembatan itu agar tidak terjadi korban. Pena To’i pun terendam banjir dan masyarakat kembali dievakuasi. BNPB mencatat banjir Jumat ini sama besarnya dengan banjir hari Rabu.

Masyarakat yang tadinya sebagian sudah sempat kembali ke rumah masing-masing, membersihkan rumahnya, akhirnya harus kembali ke pengungsian. Masyarakat mengungsi ke sejumlah tempat, seperti Masjid Baitul Hamid dan Masjid Agung, Kota Bima.

Malam hari, Kota Bima menjadi gelap gulita karena PLN untuk sementara memadamkan listrik yang masuk ke Gardu Induk Bima. Hal itu untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, agar tak terkena sengat listrik karena hantaran air banjir.

Penanganan darurat pascabanjir terus dilakukan, Jumat pagi (23/12/2016) dilakukan rapat koordinasi pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Banjir Kota Bima dan penetapan status keadaan darurat yang dipimpin Walikota Bima.

Masa tanggap darurat ditetapkan selama 2 minggu dari (22/12/2016) hingga (4/1/2017). Ditetapkan pula Komandan Posko adalah Sekretaris Daerah Kota Bima dengan Wakil Komandan 1 adalah Kapolres Kota Bima dan Wakil Komandan 2 adalah Komandan Kodim Bima. Posko berada di kantor Walikota Bima.

Pendataan masih terus dilakukan BPBD Kota Bima, ada 6 kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Empunda, Rasanae Timur, Asa Kota, Raba, Rasanae Barat, dan Rasanae. Wilayah di Kecamatan Empunda daerah yang terdampak meliputi Kelurahan Sadia, Pena To’i, Lewi Rato, Santi, Panggi dan Mande. Di Kelurahan Pena To’i Kecamatan Empunda terdapat 1.126 KK terdampak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun