Mohon tunggu...
Mahmudahtul Amani
Mahmudahtul Amani Mohon Tunggu... -

cerewet,rebyeg,bingungen,selera humor tinggi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Lingkungan Perkembangan Anak

2 Januari 2011   02:05 Diperbarui: 26 Juni 2015   10:03 1803
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Dalam proses perkembangan manusia, lingkungan merupakan faktor yang sangat penting setelah pembawaan. Tanpa adanya dukungan dari faktor lingkungan maka proses perkembangan dalam mewujudkan potensi pembawaan menjadi kemampuan nyata tidak akan terjadi.

Lingkungan dalam pengertian umum berarti situasi di sekitar kita. Dalam dunia pendidikan, arti lingkungan itu luas sekali, yaitu segala sesuatu yang berada di luar diri anak dalam alam semesta ini. Lingkungan ini mengitari manusia sejak manusia dilahirkan sampai meninggal. Antara lingkungan dan manusia terdapat pengaruh timbal balik, artinya lingkungan mempengaruhi manusia, dan manusia juga mempengaruhi lingkungan di sekitarnya.

Ki Hajar Dewantara, membedakan lingkungan pendidikan menjadi 3 yang terkenal dengan nama Tri Pusat Pendidikan, yaitu:

1. Keluarga

Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Mengapa? Karena, pertama; keluarga lazimnya merupakan pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak. Kedua, sebagian besar waktu anak lazimnya dihabiskan di lingkungan keluarga. Ketiga, karakteristik hubungan orangtua-anak berbeda dari hubungan anak dengan pihak yang lainnya (guru, teman, dsb). Kepada orangtua, di samping anak memiliki ketergantungan materi, ia juga memiliki ikatan psikologis tertentu yang sejak dalam kandungan sudah dibangun melalui jalinan kasih sayang dan pengaruh-pengaruh normatif tertentu. Keempat, interaksi kehidupan orangtua-anak di rumah bersifat asli, seadanya, dan tidak dibuat-buat.

Pembentukan perilaku, sikap, kebiasaan, penanaman nilai, dan perilaku-perilaku sejenisnya, lingkungan keluarga bisa memberikan pengaruh yang sangat dominan, dapat memberikan pengaruh kuat dan sifatnya langsung. Seiring dengan perubahan yang dialami anak usia sekolah, pola dan bentuk hubungan orangtua-anak mengalami perubahan. Perlakuan orangtua lazimnya semakin memberi kesempatan kepada anak untuk berbuat secara lebih mandiri.

Gaya pengasuhan orang tua juga berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dalam era modern seperti sekarang ini banyak ditemukan berbagai macam pengasuhan. Namun, secara garis besar gaya pengasuhan orang tua terhadap anaknya dibedakan menjadi 3, yaitu: pertama; gaya otoriter. Gaya pengasuhan ini didominasi oleh orangtua. Anak tidak diakui secara pribadi. Orang tua terlalu mengekang anak dan tidak memberi kebebasan pada anak untuk berpendapat. Kedua; gaya permissif. Gaya pengasuhan ini adalah lawan dari otoriter. Anak sangat mendominasi. Orang tua memberi kebebasan pada anak secara berlebihan, sehingga anak merasa palong berkuasa dalam keluarga. Ketiga; gaya demokrasi. Diantara gaya-gaya pengasuhan yang ada, gaya demokrasi adalah gaya yang paling bijaksana. Anak diberi hak untuk bersuara. Mereka diberi kebebasan untuk bereksplorasi, namun orang tua selalu membimbing dan mengawasi anak.

2. Sekolah

Sejak lama, sekolah telah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak. Selama kurang lebih lima sampai enam jam pada hampir setiap hari, umumnya anak-anak berada di sekolah. Karena itu, disamping keluarga, sekolah memiliki peran yang sangat berarti bagi perkembangan anak. Luasnya lautan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek kehidupan manusia semakin mengukuhkan keterbatasan orang tua dalam mendidik anaknya. Berubahnya pola kehidupan dan tuntutan dunia kerja yang semakin menyita waktu orang tua juga merupakan faktor lain yang mendorong semakin perlunya pihak keluarga terhadap sekolah.

Guru memegang peranan yang sangat sentral dalam menciptakan suasana sekolah. Ia merupakan figur utama bagi anak-anak di sekolah. Karena itu, bukan saja cara dan kemampuan guru dalam mengajar yang akan mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak, melainkan keseluruhan pribadi dan penampilan guru.

Sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan karena pengaruhnya besar sekali pada jiwa anak. Maka disamping kelurga sebagai pusat pendidikan, sekolah pun mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan untuk pembentukan pribadi anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun