Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Insecurity or Security?

27 September 2020   10:22 Diperbarui: 27 September 2020   10:40 155 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Insecurity or Security?
Insecurity. (hellosehat.com, gambar sudah diolah)

Sebagian besar manusia pasti pernah merasakan minder atau kurang percaya diri dalam kehidupan.

Misalnya, bayangkan kita berada di sebuah program yang diikuti oleh para ahli dan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Ketika kita melihat sekitar kita, kita pasti akan merasa minder. Apalagi jika kita tidak memiliki kemampuan seperti mereka.

Insecurity

Generasi millenial menyebut kondisi minder ini dengan insecurity. Sebuah kata dalam bahasa Inggris yang kurang lebih berarti perasaan tidak aman, tidak nyaman yang diikuti oleh kekhawatiran.

Padahal sebenarnya kita tidak perlu insecure/minder, karena sejatinya manusia bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosial tempatnya berada. Dalam ilmu psikologi ini disebut teori konformitas.

Banyak hal yang menyebabkan perasaan insecurity. Yang paling sering adalah karena kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain. Padahal sebenarnya self ideal tidak selalu sama dengan self reality.

Dia lebih tahu, dia lebih pintar, dia lebih cantik dan perasaan dia lebih-dia lebih yang lainnya yang membuat kita merasa insecure

Insecurity juga bisa disebabkan karena adanya trauma kegagalan yang pernah dialami di masa lalu. 

Sampai sekarang saya tidak bisa berenang. Saya selalu merasa insecure ketika saya harus berada di kondisi yang berhubungan dengan kolam renang, danau atau laut. Sebabnya, dulu ketika SD saya sempat trauma karena hampir tenggelam.

Insecurity yang paling sulit adalah ketika insecurity disebabkan oleh apa yang disebut dengan pandangan perfeksionis. Orang yang perfeksionis selalu ingin sesuatu yang sempurna. Ketika dia merasa kalah dari yang lain, maka dia akan cenderung merasa insecure

Proses terjadinya insecurity ini disebabkan oleh adanya belief system di dalam diri. Belief system yang terbentuk karena adanya informasi yang masuk ke dalam otak. Otak memprosesnya menjadi sebuah pemikiran (mind thought) dan tindakan (behaviour). Tindakan ini yang bila dibiasakan menjadi sebuah karakter insecurity.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN