Mahfudz Tejani
Mahfudz Tejani wiraswasta

Seorang Yang Nasionalis... Yang sedang mencari tujuan hidup di Kuli Batu Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur...Dan pernah bermimpi hidup dalam sebuah negara yang bernama Nusantara.Dan juga sering meluahkan rasa di : www.mahfudztejani.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Wajarkah Iri, Malaysia-Vietnam Melangkah ke Final AFF?

7 Desember 2018   19:01 Diperbarui: 7 Desember 2018   19:10 512 4 0
Wajarkah Iri, Malaysia-Vietnam Melangkah ke Final AFF?
Timnas Vietnam (kredit foto : www.affsuzukicup.com)

Final Piala AFF Suzuki 2018 telah menemukan noktah akhir, tim Harimau Malaya  menunggu tim nasional Vietnam di Stadion Bukit Jalil pada leg pertama (11/12/18). Empat hari kemudian, Vietnam akan menjamu Malaysia di Stadion Van Dinh, Hanoi (15/12/18).

Keduanya merupakan tim sama yang bercokol di grup A, pada Piala AFF kali ini. Yang mana Vietnam menduduki posisi teratas dengan 10 poin, sedangkan Malaysia sebagai runner up mengumpulkan 9 poin. Vietnam menjadi tim tak terkalahkan selama penyisihan grup, sedangkan Malaysia hanya kalah sekali, yaitu ditekuk Vietnam 2-0 di Hanoi pada 16 November lalu.

Kedigjayaan Vietnam sebagai tim tak terkalahkan, terus dibawa ke dalam babak semi final saat bertemu The Azkals Filipina. Leg pertama menang 2-1 di Manila dan pertemuan di Hanoi juga menang 2-1, sehingga secara agregat, Vietnam  mendapatkan tiket ke final bertemmu Malaysia.

Sedangkan Timnas Malaysia mengalami episode dramatis bertemu sang juara betahan Thailand dalam mencari tiket ke final. Dalam pertemuan pertama di Bukit Jalil, keduanya hanya mampu bermain imbang 0-0. Sedangkan di Rajamangala, keduanya tetap bermain imbang 2-2, sehingga penentuan akhir harus ditentukan melalui tendangan pinalti. Akhirnya Malaysia bernasib lebih baik dibandingkan Thailand dalam meraih tiket ke final.

Kata orang, hanya Timnas dengan federasi yang baik yang dapat melangkah ke final. Hanya negara dengan liga yang teratur, dapat mendukung performa Timnasnya dengan baik dan cemerlang. Ditambah lagi faktor dukungan suporter yang tak berbelah lagi, dalam mendukung Timnas kebanggaannya masing-masing.

Dalam Piala AFF 2018 ini, Stadion Nasional Bukit Jalil tidak pernah sepi dengan dukungan penuh para suporter Malaysia. Warna hitam dan kuning memenuhi kursi-kursi stadion, setiap Malaysia menjamu tim tamunya.

Begitu juga dengan suporter Vietnam, senantiasa memenuhi Stadion Van Dinh saat menjamu tim tamunya. Walaupun dengan kapasitas terbatas, warna merah senantiasa memenuhi stadion kebanggan Vietnam dan kota Hanoi ini.

Vietnam tidak main-main dalam membangun Timnasnya, apalagi mendapat kerjasama penuh dari pemerintahnya. Untuk meningkatkan performa Timnas Vietnam, VFF sebagai PSSI-nya Vietnam, mendatangkan Park Hang-Seo dari Korea Selatan sebagai pelatihnya. Alhasil, penampilan Tim berjuluk Naga Emas ini mendapatkan tiket ke final, setelah 10 tahun gagal.

Begitu juga dengan Malaysia, Tan Cheng Hoe, walaupun pelatih lokal namun kapasitas sebagai jurulatih tidak patut dipertikaikan. Beliau bermula dari mengantarkan klub FC Kedah ke pentas teratas liga Malaysia, kemudian pernah mengemudi Timnas Malaysia U18. Dari 2004 hingga sekarang bergelut mendampingi pelatih utama membidani Timnas Malaysia, mulai dari Malaysia U19, Harimau Malaya A, hingga Timnas Malaysia U-23.

Adalah sangat wajar, apabila kedua Timnas tersebut melaju ke final AFF Cup 2018 kali ini. Kesuksesan dan keberhasilan kedua Timnas perlu diapresiasi oleh para penikmat sepakbola ASEAN. Setidaknya Indonesia dengan federasinya mengambil pelajaran dari kesuksesan mereka dalam meramu Timnasnya, hingga mampu meraih tempat ke final.

Apakah kita wajar iri atas keberhasilan mereka, secara pribadi saya sangat iri melihat keberhasilan mereka. Iri dalam kategori peningkatan prestasinya, iri dalam hal dukungan para suporternya, dan iri dalam apiknya kerjasama pemerintah dan federasinya.

Setiap federasi sepakbola di negara mana saja ada masalah yang harus dihadapinya, baik internal maupun eksternalnya. Hanya keseriusan dalam menyelesaikan dan mencari solusinya yang menjadi pembeda antara kita dengan mereka.

Apakah kita harus iri kepada mereka? Tepuk dada tanya selera masing-masing .
Salam Dari Kuala Lumpur.