Mohon tunggu...
Mahestha Rastha A
Mahestha Rastha A Mohon Tunggu... Guru - Writer - Teacher - Motivator - Public Speaker - Content Creator - Businessman

Nama Lengkap: Mahestha Rastha Andaara, S.Pd | Aktivitas saat ini mengajar IPA di SMPIT AR-RAHMAN, mengajar di Bimbel MATRIKS, mengurus komunitas menulis @sekolahmenulisindonesia, mengurus penerbitan @penerbitsmi, menulis buku, membaca literatur, dakwah, dan mengurus akun YouTube Mahestha Rastha.| Berikut beberapa buku saya yang sudah terbit: 1. Untukmu Para Pejuang Mimpi (2017) 2. Stop Talking and Start Hijrah (2018) 3. Tak Kenal, maka Tak Dakwah (2019) 4. Stop Talking and Start Hijrah International Version (2019) 5. Menjadi Umat Islam Abad 21 (2020) 6. 25 Juta Pertama dari Menulis (2021) Buku bisa didapatkan di toko buku seluruh Indonesia. Selain itu, bisa juga hubungi penulis langsung untuk mendapatkan buku + TTD + Quotes

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Bagaimana Membuat Tulisan yang Tidak Menggurui?

11 September 2021   11:25 Diperbarui: 15 September 2021   01:14 509 19 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagaimana Membuat Tulisan yang Tidak Menggurui?
Ilustrasi membuat tulisan. Sumber: Pexels.com/Vlada Karpovich

Suatu ketika, saya mengisi kelas menulis. Di sana, saya menyampaikan satu mindset bahwa, penulis itu seperti guru. Bedanya, kalau guru mengajar dengan lisan, sedangkan penulis mengajar lewat tulisan. 

Itu berarti, konsep guru dalam menasihati peserta didik pun, harus dimiliki oleh seorang penulis juga, yaitu bagaimana membuat tulisan yang di mana ada pesan di sana, tapi tidak terkesan menggurui pembaca. Kalau guru berusaha untuk tidak menggurui lawan bicaranya. Kalau penulis berusaha untuk tidak menggurui pembacanya.

So, dalam tulisan ini, saya akan coba sharing tentang bagaimana seorang penulis menyampaikan pesan melalui sebuah tulisan, tanpa menggurui pembacanya. Dalam tulisan ini, saya tidak hanya akan membahas tentang nonfiksi saja, tapi juga fiksi. 

Jadi, bagaimana membuat tulisan yang tidak menggurui baik dari sisi fiksi maupun nonfiksi, akan saya bahas di sini berdasarkan pengalaman sendiri. Silakan disimak. Pertama, bagaimana membuat tulisan yang tidak menggurui dalam tulisan nonfiksi?

PERTAMA, gunakan kata kita.

Salah ketika kamu berkata,

"Hei, sudah salat belum? Cepat salat!"

Ini adalah kalimat atau ucapan yang salah. Harusnya,

"Hei, ayo kita sama-sama salat. Sudah azan tuh."

Perbedaan dari dua dialog itu, yang pertama terkesan menyuruh, kalau yang kedua terkesan mengajak. Sehingga, kalau kamu sedang membuat tulisan nonfiksi, entah itu artikel, tulisan motivasi, dan kawan-kawannya, coba gunakan kata "kita" ketika isi tulisannya berupa nasihat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...
Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan